Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 23:09 WIB

Kisah Orang Tua Ingin Anaknya Hadir di Hari Raya

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 11 Juni 2019 | 13:30 WIB
Kisah Orang Tua Ingin Anaknya Hadir di Hari Raya
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SAAT para orang tua tampil bahagia dan sumringah di hari raya, seorang bapak yang tinggal sendirian di rumah kecilnya ini terlihat lesu dan sedih sekali. HP Sony Ericson lama terus ada di genggamannya. Terkadang diletakkannya di dalam sakunya. Rupanya beliau tengah menunggu kabar anak semata wayangnya yang mengadu nasib ke pinggiran Jakarta.

Tak ada kabar sama sekali dari sang anak, sehat apa sakit, bisa mudik atau tidak. Tanpa kabar dari anandanya, ramainya tetangga semenjak menjelang lebaran tak mampu mengusir sepinya. Bagi si bapak, sepi bukanlah tiadanya keramaian, melainkan tiadanya kabar dari anandanya.

Pada H+2 Lebaran. Bapak itu berkeliling mencari toko servis HP. Beliau yakin sekali ada masalah dengan HP-nya yang sudah sebulan penuh tak bunyi-bunyi. Hanya ada satu kios HP yang buka dan menerima pelayanan servis. Si bapak menyodorkan HP jadulnya seraya memohon untuk dicekkan apa yang rusak darinya.

Petugas servis berkata bahwa tak ada yang rusak dengan HP beliau dan pulsanya pun masih aktif. Beliau kaget dan bertanya mengapa tidak bunyi-bunyi selama sebulan. Dijawabnya bahwa itu karena memang tidak ada yang menelpon beliau. Beliau semakin sedih dan tiba-tiba teteskan air mata sambil berucap "apa salahku pada anakku?"

Petugas toko HP itu ikut teteskan air mata membayangkan bagaimana jika itu terjadi pada keluarganya. Saya pun teteskan air mata menuliskan kisahnya betapa hancur hati si bapak tua itu. Bagaimanakah kira-kira pandangan pembaca akan perilaku sang anak? Akankah anak semacam ini temukan bahagia dalam hidupnya?

Mereka yang tak memuliakan orang tuanya janganlah berharap untuk hidup mulia. Mereka yang tak berusaha membahagiakan orang tuanya janganlah berharap bahagia. Mereka yang menyakiti hati orang tuanya pasti tersakiti hatinya pada suatu saat nanti. Wahai para anak, masih ada waktu untuk membahagiakan orang tua. Lakukan selagi mungkin apapun yang mungkin dilakukan untuk membeli senyum bahagia mereka.

Mungkin ada sebagian kita yang sudah tak mungkin pulang berkunjung dan sungkem kepada orang tuanya karena kedua orang tuanya sudah berpulang ke rahmat Allah. Apa yang harus dilakukan? Ada silaturrahim ruhani di samping silaturrahim jasmani. Hubungi mereka dengan doa, ikatlah hati dengan mereka dengan beragam amal kebaikan. Semoga orang tua kita semua bahagia dengan kita sebagai anaknya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x