Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 00:48 WIB

Di Mana Posisi Kita dari Hadits Ini?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 10 Juni 2019 | 00:03 WIB
Di Mana Posisi Kita dari Hadits Ini?
(Foto: Ilustrasi)

DI zaman yang serba berlomba, kadang fakultas rasa mulai tak sensitif. Kehendak untuk bahagia bersama terkalahkan oleh ego "yang penting saya kenyang dan menang." Potret kehidupan tradisional yang menyuguhkan keramahan, kesantunan dan kesalingterhubungan rasa tak lagi banyak terpampang dihadapan kehidupan keseharian kita saat modern kini.

Kekeringan rasa ini bukan karena kini tak ada lagi landasan dalil yang mengikat sebagai pemandu. Ayat al-Qur'an dan hadits begitu banyak berpesan tentang perlunya cinta, kasih sayang dan keberpihakan pada kemanusiaan.

Temuan penelitian empirik para tokoh psikologipun begitu banyak dan meyakinkan bahwa siapa yang menebar cinta dan kasih sayang serta bersikap manusiawi kepada manusia adalah menjadi orang-orang paling bahagia. Lalu mengapa masih banyak yang melupakan atau meninggalkannya?

Rasulullah yang mulia sering kali menitip pesan cinta (love) dan kemanusiaan (humanity) ini. Bacalah misalnya hadits shahih berikut ini:

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak menzaliminya, dan tidak menyerahkannya kepada musuhnya. Barangsiapa memberi pertolongan akan hajat saudaranya, maka Allah selalu menolongnya dalam hajatnya. Dan barangsiapa memberi kelapangan kepada seseorang Muslim dari suatu kesusahan, maka Allah akan melapangkan orang itu dari suatu kesusahan dari sekian banyak kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aib orang itu pada hari kiamat.

Bacalah pelan-pelan dan renungkan sabda Rasulullah di atas, lalu tanyakan di manakah posisi kita dari hadits itu? Satu jalur apa lain jalur? Satu kata apa beda kata? Apa yang telah kita persembahkan untuk kehidupan orang lain, membahagiakan apa membuat mereka menderita? Andai atu hadits ini saja menjadi spirit hubungan sosial kita, begitu sejuk dan damainya kehidupan kita. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x