Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 10:41 WIB

Lebaran Ketupat, Kearifan Lokal dari Tanah Jawa

Kamis, 6 Juni 2019 | 08:00 WIB
Lebaran Ketupat, Kearifan Lokal dari Tanah Jawa
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

LEBARAN ketupat murni berasal dari tanah Jawa, sejak pemerintahan Paku Boewono IV. Sebuah kearifan lokal yang hanya dilakukan di Indonesia. Sama halnya dengan tradisi halal bi halal. Tradisi lebaran ketupat yang disertai dengan acara halal bi halal tidak ditemukan di negara lain selain di Indonesia.

Lebaran ketupat ini di masyarakat Jawa dikenal dengan istilah Syawalan, dimana waktunya bertepatan dengan bulan Syawal. Lebaran ketupat juga dinamai dengan istilah Badha Kupat. Lebaran ketupat dilaksanakan tepat pada hari ketujuh pada bulan Syawal.

Masyarakat Jawa dikenal dengan tingkat religiusitas yang tinggi. Pada masyarakat selain Jawa, setelah salat Id mungkin mereka melakukan aktivitas kegiatan seperti hari-hari biasanya.

Pada masyarakat Jawa, setelah salat Id, mereka biasanya melakukan kegiatan silaturahim ke sanak famili, saudara, tetangga dekat dan sekitar lingkungan mereka. Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, umumnya mereka melaksanakan puasa sunah bulan Syawal.

Puasa sunah Syawal dilaksanakan sampai enam hari, setelah itu mereka mengadakan acara halal bi halal (maaf memaafkan) dan bersilaturahim dengan kerabat dekat maupun jauh.

Acara silaturahim ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa dimana yang muda mengunjungi yang lebih tua. Hal ini mencerminkan pandangan hidup orang Jawa, bahwa orang hidup harus tepa selira, unggah-ungguh (tahu tata krama dan sopan santun).

Biasanya yang muda membawa makanan khas ketupat dengan lauk opor ayam yang akan diberikan kepada kerabat yang lebih tua. Makanan ini nantinya akan disantap bersama-sama dengan kerabat.

Makanan ketupat inilah yang menjadi ciri khas pada lebaran ketupat, sehingga hampir dipastikan di tiap keluarga masyarakat Jawa akan menghidangkan suguhan ketupat dengan lauknya opor ayam dan sambal goreng setiap lebaran ketupat tiba.

Tradisi lebaran ketupat menyebar ke luar tanah Jawa dibawa oleh orang-orang Jawa yang merantau ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. Tradisi lebaran ketupat hingga akhirnya dikenal oleh masyarakat diluar Jawa dan menjadi tradisi yang menasional, hampir di tiap daerah terdapat tradisi yang sejenis dengan tradisi lebaran ketupat tak terkecuali di luar negeri yang ada orang Jawanya. [MG]

Komentar

Embed Widget
x