Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 23:50 WIB

Penyakit 'Aku Capek Hidup' Mulai Menggejala

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 27 Mei 2019 | 00:06 WIB
Penyakit 'Aku Capek Hidup' Mulai Menggejala
(Ilustrasi)

KEKECEWAAN, kesedihan dan penderitaan yang bertubi kadang membuat perasaan manusia terpojok dalam keputusasaan untuk kemudian mengeluh lelah dan capek menjalani kehidupan.

Pada sisi ini benar apa yang dikatakan Scott Peck dalam bukunya "Road Less Travelled" bahwa selama orang itu tidak menyadari bahwa hakikat kehidupan itu penuh ujian dan rintangan maka orang itu akan terus mengeluh dan mengeluh. Peck mengatakan bahwa untuk tetap enjoy dengan segala yang terjadi dalam hidup maka kita harus yakin bahwa hidup memang sulit dan ini merupakan salah satu kebenaran utama. Terdengar agak ekstrem juga ya.

Dua minggu terakhir ini ada banyak orang hadir bertemu saya di majelis pengajian saya dan juga ada yang melalui media sosial mengeluhkan kehidupannya yang menyesakkan dada mereka. Ada yang terbelit utang, ada yang dipaksa orang tuanya untuk menceraikan istrinya, ada yang uangnya nyangkut di orang lain dan tidak dikembalikan, ada pula yang bertengkar hebat dengan pasangannya dan lain sebagainya.

Pertanyaannya relatif sama: "Kapan ini semua akan berakhir dan bagaimana cara keluar dari masalah ini." Biasanya saya memulai jawaban saya dengan kata: "Tenang saja. Bismillaah. Tak ada yang tak memiliki akhir."

Biasanya, kalau saya memiliki waktu luas menjelaskannya, saya bawa mereka berselancar pada dunia kehidupan orang lain yang berhasil menjalani hidup yang permasalahannya jauh lebih parah dibandingkan masalah mereka. Sebut saja misalnya Syekh Badiuzzaman Said Nursi dari Turki, seorang alim dan arif yang sabar sekali menjalani hidup dari penjara ke penjara. Beliau berkesimpulan: "Masalah hidup itu manja. Kalau dipikir terus maka dia akan semakin membesar dan menghantui hidupmu. Namun jika engkau berhenti memikirkannya, maka dia akan melunak dan mengecil untuk kemudian pergi."

Untuk beberapa kasus, saya sarankan mengalihkan pikiran dari masalah yang menghentikan langkah hidup menuju tantangan kehidupan yang memacu semangat untuk maju. "Move on" kata populer anak jaman sekarang. Mengapa harus move on? Karena sesungguhnya dalam hidup ini ada beragam banyak opsi, pilihan, untuk dikerjakan. Terpaku pada satu pintu yang tertutup dan menunggunya untuk dibuka kembali sungguh menghabiskan waktu kita untuk masuk pada banyak pintu lain yang sesungguhnya telah terbuka.

Itu adalah salah satu langkah dasar dari 5 langkah untuk melepaskan diri dari kesulitan hidup seperti dikatakan oleh Scott Peck tadi. Lalu bagaimana lengkapnya? Untuk kali ini, saya minta pembaca membaca Al-Qur'an surat al-Lail ayat 5-7. Ayat itu adalah jalan keluar jitu dari semua masalah kehidupan yang terasa sulit. Semoga semua kesulitan menjadi kemudahan, tangisan menjadi senyuman, air mata segera menjadi mutiara. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x