Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 23:48 WIB

Pelajaran Kehidupan yang sangat Bernilai

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 21 Mei 2019 | 00:03 WIB
Pelajaran Kehidupan yang sangat Bernilai
(Foto: Ilustrasi)

DI sekitar kita, sepanjang hidup kita, sesungguhnya bertebaran pelajaran yang bisa kita petik untuk menjadi pegangan hidup. Sayangnya, kebanyakan pelajaran itu tidak banyak kita anggap sebagai pelajaran melainkan hanya sebagai tontonan atau sekilas info yang tak penting. Sebagian besar pelajaran sesungguhnya bisa kita ketahui bukan dari pengalaman sendiri, melainkan dari pengalaman hidup orang lain. Mereka yang selalu punya waktu membaca sejarah biasanya lebih bijak dan lebih dewasa dibandingkan dengan yang tidak.

Hari ini mari kita belajar dari pengalaman hidup dua orang besar, yakni Rasulullah Muhammad SAW dan Nabiyyullah Yusuf AS dan satu kelompok pemuda gua. Nabi Muhammad terpaksa keluar dari Mekah sembunyi-sembunyi dalam kegelapan malam karena intimidasi dan dominasi politik kafir Quraisy yang tidak menghendaki kebenaran risalah tauhid yang dibawanya. Lalu Allah membuka jalan bagi Nabi Muhammad untuk masuk kembali ke Mekah di siang hari yang terang benderang dengan dukungan penuh banyak manusia yang hatinya tercerahkan.

Lihatlah apa yang terjadi kepada Nabi Yusuf AS, beliau dimasukkan ke dalam penjara secara dhalim, tanpa salah namun tertuduh sebagai pihak yang salah. Pada akhirnya, Allah mengeluarkan beliau dari penjara dan kemudian memberikannya derajat tinggi sebagai kekasih Allah dan sebagai penguasa yang arif bijaksana.

Sekelompok pemuda gua terpaksa harus lari dan sembunyi di gua gunung saat agamanya terancam oleh keadaan yang merusak. Allah tidurkan mereka 3 abad lebih dan kemudian Allah bangunkan kembali mereka untuk menjadi teladan bagi para manusia.

Ternyata, tiga kasus sejarah di atas memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita bahwa manusia itu sesungguhnya terlalu lemah untuk mengatur nasib orang lain. Manusia tak akan mampu membuat jatuh mereka yang ditakdirkan naik, tak akan mampu membuat naik manusia yang ditakdirkan jatuh oleh Allah.

Sekuasa-kuasanya manusia adalah tetap tidak kuasa. Karena itu, janganlah terlalu berharap kehidupan pada makhluk yang sesjngguhnya tak memiliki kuasa untuk mengatur hidup sendiri. Pun jangan pernah mengharap rizki dari orang yang rizkinya sendiri tidak dalam kuasanya, melainkan masih dalam kuasaNya. Tanamkan tawhid, kuatkan keyakinan, sekeras apapun ancaman dan rintangan. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x