Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 03:02 WIB

Bolehkah Puasa Syawalan Sebelum Qadha Puasa Wajib?

Selasa, 21 Mei 2019 | 11:00 WIB
Bolehkah Puasa Syawalan Sebelum Qadha Puasa Wajib?
(Ilustrasi)
facebook twitter

SEBAGIAN muslimah menanyakan, apakah boleh puasa sunah syawal sebelum mengqadha puasa Ramadan yang terhalang karena haid? Apakah bisa mendapatkan keutamaan seperti puasa setahun?

Pendapat Pertama. Para ulama mazab Hanbali berpendapat tidak boleh berpuasa sunah sebelum qadha puasa Ramadan. Menurut pendapat ini, yang wajib harus didahulukan daripada yang sunah. Qadha puasa Ramadan harus diselesaikan dahulu sebelum menjalankan puasa sunah.

Sedangkan Ibnu Rajab, yang juga ulama Hanbali, menjelaskan meskipun puasa sunah boleh dilaksanakan sebelum qadha puasa Ramadan diselesaikan, keutamaan seperti puasa setahun penuh tidak bisa didapatkan. Sebab dalam hadis disebutkan:

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun" (HR. Muslim).

Maksudnya siapa yang telah mengerjakan puasa Ramadan "tsumma atbaahu" (kemudian mengikutinya) dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Sedangkan orang yang belum qadha puasa Ramadan belum bisa disebut telah berpuasa Ramadan.

Pendapat Kedua. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat boleh puasa sunnah sebelum qadha puasa Ramadan. Sedangkan mengenai apakah keutamaan puasa Syawal seperti puasa setahun penuh, sebagian ulama berpendapat seseorang bisa mendapatkan keutamaan tersebut meskipun belum selesai qadha puasa Ramadan.

Di antara hujjahnya, orang yang terhalang beberapa hari puasa Ramadan karena haid, ia tetap bisa disebut telah berpuasa Ramadan. Selain itu, puasa Syawal telah ditentukan waktunya yang terbatas di bulan Syawal sedangkan qadha Ramadan tidak hanya terbatas di bulan Syawal.

Sebaiknya, dengan menggabungkan dua pendapat di atas, jika memungkinkan untuk menyelesaikan qadha puasa Ramadan dulu, lalu puasa enam hari di bulan Syawal insya Allah itu yang terbaik. Sebab puasa Syawal tidak harus dikerjakan berurutan pada tanggal 3 hingga 8 Syawal.

Namun jika kesulitan, dan terkadang utang puasa sebagian muslimah cukup banyak karena haidnya lama, maka tidak mengapa mengerjakan puasa Syawal dulu meskipun qadha puasa Ramadan belum selesai. Jika kita lihat hadis kapan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha meng-qadha puasa Ramadan, ternyata beliau pernah meng-qadha pada bulan Syaban. Sedangkan beliau adalah muslimah yang sangat kuat menjalankan sunah sehingga rasanya tidak mungkin meninggalkan puasa sunah Syawal. Artinya, beliau menjalankan puasa sunah Syawal meskipun qadha Ramadan belum selesai.

Beliau menuturkan dalam riwayat Imam Bukhari:

"Aku punya utang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu alaihi wasallam (HR. Al Bukhari). Wallahu alam bish shawab.[Bersamadakwah]

Komentar

Embed Widget
x