Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:07 WIB

Wanita Datang dalam Rupa Setan

Senin, 20 Mei 2019 | 14:00 WIB
Wanita Datang dalam Rupa Setan
(Foto: Ilustrasi)

INI adalah pelajaran berharga lebih-lebih lagi pada para pemuda dalam menghadapi godaan syahwat di zaman ini. Nabi Yusuf bisa saja terjatuh dalam zina ketika digoda oleh permaisuri raja Mesir, Zulaikha. Ada 14 alasan yang menunjukkan cobaannya sangat-sangat berat.

Alasan kedua, Nabi Yusuf alaihis salam adalah seorang pemuda. Seorang pemuda tentu memiliki gejolak syahwat yang lebih besar daripada orang yang sudah tua. Jika seorang pemuda belum mampu menikah, untuk menahan syahwatnya disuruh berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu adalah pengekang syahwatnya yang menggelora." (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Imam Nawawi rahimahullah memberikan keterangan, adapun pengertian baa-ah sendiri adalah jima (hubungan intim), inilah makna baa-ah secara bahasa. Namun yang dimaksud adalah mampu untuk berjima disertai dengan kemampuan memberi nafkah terlebih dahulu. (Syarh Shahih Muslim, 9: 154)

Di zaman seperti saat ini, kebutuhan untuk menikah bagi para pemuda lebih mendesak lagi karena zaman sudah penuh dengan godaan, lebih-lebih lagi di medsos seperti Facebook dan Youtube.

Alasan ketiga, Nabi Yusuf alaihis salam masih bujang, tentu sangat bergelora syahwatnya dan tidak ada tempat pelampiasan seperti yang sudah menikah. Dari Jabir bin Abdillah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau pernah melihat seorang wanita, lalu ia mendatangi istrinya Zainab yang saat itu sedang menyamak kulit miliknya. Lantas beliau menyelasaikan hajatnya (dengan berjima, hubungan intim), lalu keluar menuju para sahabatnya seraya berkata,

"Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya." (HR. Muslim, no. 1403). Kalau masih bujang, pada siapa ia melampiaskan syahwatnya. Karenanya cobaan Nabi Yusuf sangat-sangat berat.

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x