Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 03:35 WIB

Malam Berapa Jatuhnya Lailatul Qadar?

Minggu, 19 Mei 2019 | 06:00 WIB
Malam Berapa Jatuhnya Lailatul Qadar?
(Foto: ist)
facebook twitter

LAILATUL qadar adalah malam yang paling diburu. Ia dirindukan oleh umat Islam sekaligus diburu untuk didapatkan. Mengapa? Sebab keutamaannya khairun min alfi syahr, lebih baik dari seribu bulan.

Lalu, kapan terjadinya lailatul qadar? Lebih tepatnya, malam berapa jatuhnya lailatul qadar? Sedikitnya ada tiga hadis sahih yang menyebutkan tanggal lailatul qadar.

"Ubay (bin Kaab) berkata, "Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan." (HR. Muslim)

Ubay (bin Kaab) berkata tentang lailatul qadar, "Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia (lailatul qadar) adalah malam yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27." Syubah (salah seorang perawi) ragu dengan kata "amarana" atau "amarana bihaa". (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam ke-27" (HR. Ahmad)

Atas dasar hadis ini, sebagian ulama menyakini bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27. Namun, jumhur ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut hanya menyatakan bahwa lailatul qadar pernah terjadi pada malam ke-27. Adapun pada tahun-tahun lainnya, lailatul qadar tidak bisa dipastikan apakah ia terjadi pada malam ke-21, malam ke-23, malam ke-25, malam ke-27 atau malam ke-29.

Hal itu sebagaimana penjelasan Imam Nawawi rahimahullah: "Menurut para ulama, lailatul qadar itu berpindah-pindah setiap tahunnya. Kadang di malam ke-27, kadang di malam ke-23, atau bisa jadi di malam ke-21, atau di malam lainnya. Inilah pendapat yang lebih tepat dengan mengkompromikan berbagai dalil yang ada. "Wallahu alam bish shawab. [Bersamadakwah]

Komentar

Embed Widget
x