Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Siapa yang Berhak Menegakkan Hukum Penghina Nabi?

Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:00 WIB
Siapa yang Berhak Menegakkan Hukum Penghina Nabi?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ISLAM mengajarkan kepada penganutnya, untuk menyerahkan persoalan hukum seperti ini, kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini pemerintah. Main hakim sendiri, akan menimbulkan kegaduhan, kekacauan dan kerusakan yang lebih besar.

Imam Al Kasani rahimahullah menerangkan syarat-syarat bisa dilakukan hukuman had ,

Yang menjalankan hukuman had adalah pemimpin (pemerintah) atau yang mewakilinya. (Badai as-Shonai, 9/249)

Saat terjadi peristiwa penghinaan kepada Nabi, oleh seorang kartunis kafir 2015 silam, ada seorang penanya menyampaikan kepada Dr. Soleh al-Fauzan (anggota ulama senior dan majlis fatwa Kerajaan Saudi Arabia),

Apakah boleh membunuh kartunis kafir yang dikenal telah membuat kartun berisi hinaan kepada Nabi?

Jawaban beliau,

:

Ini bukan langkah yang tepat. Melakukan pembantaian hanya akan menambah keburukan dan kemarahan mereka kepada kaum muslimin. Sikap yang bijak adalah membantah penyimpangan mereka dan menjelaskan perbuatan mereka yang sangat memalukan tersebut. Adapun membela Nabi dengan tangan dan senjata, ini wewenangnya pemerintah kaum muslimin dan hanya melalui jihad di jalan Allah (yang dipimpin oleh pemerintah kaum muslimin).

(Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/1960)

Wallahualam bis showab.

[Ustadz Ahmad Anshori/Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta]

Komentar

Embed Widget
x