Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:17 WIB

Masih Adakah Rambut Rasulullah saat Ini?

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:00 WIB
Masih Adakah Rambut Rasulullah saat Ini?
(Foto: Ilustrasi)

ABDULLAH bin Mubarok rahimahullah pernah mengatakan,

Sanad adalah bagian dari agama. Kalau bukan karena sanad, niscaya orang akan mengklaim sesukanya.

Sanad adalah, data urutan orang-orang dalam jalur periwayatan sebuah kabar.

Mengenai rambut Nabi shallallahualaihi wasallam, jika saja itu benar, tidak perlu dipermasalahkan. Namun, membuktikan keountentiakan rambut beliau yang mulia, harus ada bukti berupa jalur sanad yang terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan. Apakah bukti ini bisa diupayakan pada zaman ini?

Mari kita simak keterangan dari pada pakar sejarah. Diantaranya berikut :

[1] Keterangan Syekh Ahmad Basa Taimur.

Beliau menyatakan dalam buku beliau "Al-Atsar An Nabawiyah",

Tak satupun riwayat valid yang bersambung sampai ke Nabi berkenaan rambut Nabi shallallahualaihi wasallam yang tersebar di masyarakat sepeninggal beliau. Rambut-rambut beliau yang sampai kepada mereka mungkin bersumber dari para sahabat; semoga Allah meridhoi mereka, yang telah tersebar setiap helainya. Hanya saja, sangat sulit mengidentifikasi riwayat yang valid dengan yang tidak. (Al-Atsar An Nabawiyah, hal. 82 84)

[2] Keterangan pakar hadis abad ini : Syekh Nashirudin Al-Albani.

Beliau menjelaskan,

" . .

Kita mengimani bahwa boleh bertabaruk dengan bekas fisik Nabi shallallahualaihi wasallam. Kita tidak mengingkari hal ini, sebagaimana yang disangkakan orang-orang. Namun, tabaruk (agar berkhat) memiliki syarat-syarat, diantaranya adalah iman yang diterima di sisi Allah. Siapa yang tidak muslim jujur Islamnya, dia tidak berhak mendapatkan keberkahan ini. Disyaratkan pula untuk mereka yang ingin bertabaruk dengan bekas fisik Nabi shallallahualaihi wasallam untuk benar-benar mendapatkan benda tersebut, kemudian menggunakannya untuk wasilah mendapat berkah.

Beliau melanjutkan,

Kita semua mengetahui bahwa bekas-bekas fisik Nabi shallallahualaihi wasallam seperti baju, rambut atau yang lainnya, telah punah. Dan tidak seorangpun diantara kita yang mampu menghadirkan benda-benda tersebut dengan yakin dan valid. Maka dari itu, bertabaruk dengan hal-hal demikian zaman ini menjadi pembahasan yang tidak terlalu penting, hanya sekadar praduga atau klaim semata. Olehkarenanya, tidak perlu kita memperpanjang pembicaraan tentang masalah ini. (Masuah Al Albani fil Aqidah, 3/731)

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x