Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 17:34 WIB

Alasan Disunahkannya Tidur Siang

Rabu, 15 Mei 2019 | 14:00 WIB
Alasan Disunahkannya Tidur Siang
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

RASULULLAH shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Qailulah lah karena sungguh setan itu tidak Qailulah. (Dinilai Hasan oleh Syekh Albani dalam Shohih Al Jami).

Qailulah juga tersebut dalam Al Quran, diantaranya dalam surat Al-Furqon ayat 24 tentang kenikmatan surga,

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat Qailulahnya. (QS. Al-Furqan : 24)

Imam Al-Azhari menjelaskan makna Qoilulah yang tersebut dalam ayat ini,

Orang-orang Arab memahami Qailulah adalah istirahat pertengahan siang, saat terik matahari memuncak. Meski tidak disertai dengan tidur. Dalilnya adalah penduduk surga juga melakukan Qailulah namun mereka tidak tidur, karena di surga tidak ada tidur.

Imam As-Shonani menyimpulkan sama,

:

Maqiil atau Qailulah adalah istirahat di pertengahan siang, meski tidak disertai tidur.

Penjelasan ini dikuatkan dengan adanya keterangan dari sahabat Ibnu Abbas dan Ibnu Masud radhiyallahuanhuma,

Di hari Kiamat nanti, siang tidaklah memuncak sampai penduduk surga ber-qailulah (istirahat siang) di surga dan penduduk neraka ber-qailulah di neraka.

Dari keterangan di atas kita simpulkan bahwa :

[1]. Qailulah termasuk ibadah yang disunahkan.

Sebagaimana disimpulkan oleh Imam Syarbini rahimahullah,

: .

Disunahkan bagi orang yang ingin melakukan salat tahajud, untuk ber-qailulah, yaitu tidur sebelum duhur. Qailulah itu manfaatnya seperti sahur bagi orang yang puasa.

Dan ini dinyatakan oleh mayoritas ulama (Jumhur).

[2]. Qailulah adalah istirahat di pertengahan siang, meski tidak harus dengan tidur.

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x