Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 04:46 WIB

Jumlah Minimal dan Maksimal Salat Witir

Rabu, 15 Mei 2019 | 13:00 WIB
Jumlah Minimal dan Maksimal Salat Witir
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

WITIR (), bermakna ganjil. Salat witir adalah salat yang dilakukan di malam hari sebagai penutup salat-salat sebelumnya, dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil.

Waktu salat witir, dimulai setelah salat Isya, sampai tiba waktu subuh, meskipun salat Isya dijamak dengan salat Maghrib (jama taqdim), salat witir boleh dikerjakan sejak saat itu.

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahuanhu menceritakan sebuah nasihat berkesan yang beliau dengar Nabi Shallallahualaihi wasallam,

"Kekasihku shallallahualaihi wasallam memberiku nasihat untuk berwitir sebelum aku tidur."

Jumlah rakaat minimal salat ini adalah satu rakaat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut,

Salat malam dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika khawatir bangun kesubuhan, maka Witirlah dengan satu rakaat, sebagai penutup salat-salat sebelumnya. (HR. Bukhori dan Muslim)

Adapun jumlah maksimum rakaat witir, tidak ada dalil yang menjelaskan batasannya. Sehingga seorang bisa melakukan sholat witir dengan rakaat berapapun asalkan ditutup dengan rakaat yang ganjil.

Dalam Fatwa Lajnah Da-imah diterangkan,

.

Jumlah minimal rakaat salat witir adalah satu rakaat. Tidak ada batasan jumlah maksimum rakaat witir. Jika berwitir dengan satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas atau lebih dari itu, boleh. Dalam hal ini longgar. (Fatawa al-Lajnah ad-Da-imah 7/173)

Wallahualam bis showab.

[Ustadz Ahmad Anshori/Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta]

Komentar

Embed Widget
x