Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 09:18 WIB

Hamba yang Bergelimang Kebahagiaan Vs Kesengsaraan

Oleh : Quraniy | Rabu, 15 Mei 2019 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Hamba yang Bergelimang Kebahagiaan Vs Kesengsaraan
(Ilustrasi)

SESUNGGUHNYA apa saja yang ada di dunia ini adalah sementara. Fana. Bahkan termasuk (alam) dunia itu sendiri akan musnah. Artinya segala materi dan non materi yang ada di dunia akan musnah. Termasuk kebahagiaan dan kesedihan selama di dunia, akan turut hilang. Hanya iman dan amal shalih yang akan menemani kita hingga akhirat.

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Di datangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja? Ia pun menjawab, Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.

Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupak ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja? Ia pun menjawab, Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sejalai dan aku tidak pernah melihatnya dan tidak pula mengalaminya" (HR. Muslim).

Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu, Rasulullah shalalllahu alaihi wasallam bersabda "Dikatakan kepada seorang penduduk neraka yang paling ringan adzabnya di hari kiamat, Andai engkau memiliki semua yang ada di bumi, apakah engkau akan menebus dengannya (agar keluar dari neraka)? Ia menjawab, Ya. Maka Allah berfirman, Sungguh Aku menghendaki darimu lebih mudah dari hal itu, sejak engkau masih menjadi tulang sulbi Adam, yaitu engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, namun engkau enggan, dan engkau menyekutukanku,". (HR. Bukhari dan Muslim).

Sungguh dunia ini hanya sementara. Apa yang kita dapatkan di dunia, hanya bisa kita nikmati di dunia. Maka ubahlah orientasi hidup kita di dunia ini. Berusahalah untuk mencapai kebahagiaan hakiki di akhirat kelak. Allahu Alam. [*]

Komentar

x