Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 23:26 WIB

Apakah Meninggal Saat Ramadan Khusnul Khatimah?

Jumat, 17 Mei 2019 | 07:00 WIB
Apakah Meninggal Saat Ramadan Khusnul Khatimah?
(Foto: Ilustrasi)

APAKAH seseorang yang meninggal dunia di bulan Ramadan sudah bisa dipastikan khusnul khatimah? Wallahu alam.

Allah mengajarkan prinsip kepada manusia bahwa sebab mereka masuk surga adalah amal. Seringkali Allah menyebut penjelasan, kalian masuk surga karena amal yang kalian kerjakan. Diantaranya firman Allah,

"Itulah surga yang diberikan kepada kalian disebabkan amal yang telah kalian kerjakan." (QS. az-Zukhruf: 72).

Allah juga berfirman,

"Mereka dipanggil, "ltulah surga yang diberikan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. al-Araf: 43). Dan masih banyak ayat yang semisal dengan ini.

Karena itu, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia, tidak bisa menyebabkan penghuninya jadi mulia.

Dulu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi Radhiyallahu anhuma. Sehingga keduanya ibarat keluarga dekat. Imam Malik membawakan riwayat dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negeri Syam).

Kemudian Salman membalas surat ini dengan mengatakan,

"Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya." (al-Muwatha, Imam Malik, no. 1464).

Dulu Mekah dihuni orang musyrikin. Ketika mereka tinggal di sana, bukan berarti mereka menjadi lebih suci, lalu ketika mati menjadi husnul khotimah.

Yang meninggal di bulan ramadan, tidak semuanya orang baik. Ada juga orang jahat yang meninggal di bulan berkah ini. Meskipun demikian, kita tidak menyebut, dia meninggal dengan baik.

Meninggal Dalam Kondisi Puasa

Beda antara meninggal di bulan ramadan dengan meninggal ketika sedang puasa. Karena meninggal dalam kondisi sedang beramal saleh, termasuk husnul khotimah. Termasuk meninggal ketika sedang menjalankan ibadah puasa.

Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, Rasulullahi Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal,

"Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga. (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Lain dengan Meninggal Hari Jumat

Meninggal di hari jumat, memiliki keistimewaan khusus, mengingat adanya jaminan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, tidak akan ditanya di alam kubur.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Setiap muslim yang meninggal di hari Jumat atau malam Jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).

Sementara kita tidak menjumpai dalil yang menyatakan bahwa mati ketika bulan ramadhan, termasuk khusnul khatimah atau mendapat jaminan tertentu. Allahu alam. [konsultasisyariah]

Komentar

x