Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 11:45 WIB

Shaum Ramadhan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Selasa, 14 Mei 2019 | 01:11 WIB
Shaum Ramadhan
(Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH sahabat, kita sudah berada di bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Pertemuan kembali dengan bulan Ramadhan adalah karunia dari Allah yang wajib disyukuri. Karena betapa banyak orang yang berharap masih memiliki kesempatan usia untuk berjumpa lagi dengannya dan menikmati jamuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di bulan yang penuh keberkahan ini.

Saudaraku, shaum yang kita lakukan di bulan Ramadhan haruslah dilakukan dengan misi qolbun salim atau keselamatan hati. Shaum yang sekedar menahan lapar dan dahaga semata atau shaum perut tentu tidaklah asing bagi kita karena sudah sering kita lakukan, mungkin sejak kita kecil.

Akan jauh lebih baik dan lebih bernilai jikalau shaum yang kita lakukan disertai dengan shaum mata (penglihatan), shaum telinga (pendengaran), shaum mulut (lisan), shaum pikiran, shaum keinginan dan shaum hati.

Mengapa? Karena shaum yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah shaum yang menyeluruh, mengendalikan hawa nafsu yang tercermin pada terkendalinya aspek-aspek tersebut tadi. Sehingga diharapkan setiap hamba yang menunaikan ibadah shaum Ramadhan bisa mencapai derajat ketakwaan.

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqoroh [2] : 183)

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa perintah shaum hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya. Artinya, tidak bermakna apa-apa shaum seseorang jika tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Bahkan tidak hanya ibadah shaum, dalam ibadah-ibadah lainnya pun demikian, tidak ada nilainya jika tidak didasari dengan keimanan kepada-Nya. Apalah artinya shaum, sujud, sedekah, umroh, haji jikalau bukan Allah yang ada di hatinya. Apalah artinya jikalau ibadah hanya dilandasi penilaian makhluk.

Saudaraku, shaum adalah ibadah yang sangat khas karena ia adalah bentuk ibadah yang tidak nampak pada penglihatan orang lain. Sholat masih terlihat pada gerakan-gerakannya, demikian juga dengan sedekah, infak, zakat atau haji. Sedangkan shaum hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Keimanan benar-benar menjadi faktor terbesar dalam pelaksanaan shaum. Bukan berarti ibadah-ibadah lain tidak dipengaruhi oleh keimanan, namun dalam ibadah shaum faktor keimanan ini jauh lebih besar lagi.

Oleh karena itu, selama dibulan mulia Ramadhan. Marilah kita menguatkan kembali keimanan kita sehingga kita benar-benar menikmati jamuan Allah untuk beribadah kepada-Nya. WAllahualam bishowab. [*]

Komentar

Embed Widget
x