Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:33 WIB

Kapan Baca Doa Iftitah Ketika Tarawih?

Sabtu, 11 Mei 2019 | 10:00 WIB
Kapan Baca Doa Iftitah Ketika Tarawih?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ULAMA sepakat doa iftitah ketika salat, hukumnya anjuran, tidak wajib. Baik untuk salat wajib maupun sunah.

Kemudian mereka berbeda pendapat mengenai posisi doa iftitah untuk salat sunah yang jumlah salamnya berbilang. Seperti salat tarawih, salat dhuha, salat sunah menunggu imam ketika jumatan, atau salat rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam.

Mereka berbeda pendapat, mana yang lebih afdal, dibaca di setiap awal salat sejumlah takbiratul ihram, ataukah cukup dibaca sekali di awal salat?

Ada dua pendapat ulama. Pendapat pertama menyatakan, iftitahnya dilakukan sekali di awal salat. Mereka mengambil makna dzahir dari hadis Aisyah Radhiyallahu anha, saat beliau ditanya doa iftitah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika salat malam. Aisyah menceritakan,

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika salat malam, beliau memulai salatnya dengan membaca doa iftitah, "Allahumma Rabba Jibril wa Mikail wa Israfil" (HR. Muslim 1847)

Mereka memahami, makna tekstual hadis ini menunjukkan bahwa doa iftitah hanya beliau baca sekali di awal salat malam. Bukan setiap takbiratul ihram.

Pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Abidin ulama hanafi dalam Hasyiyahnya dan diantara ulama yang memilih pendapat ini adalah Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Sebagaimana keterangan beliau dalam Taliq Zadul Maad.

Pendapat kedua, iftitah dilakukan setiap selesai takbiratul ihram. Mereka berdalil dengan makna umum dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa setiap Nabi Shallallahu alaihi wa sallam usai takbiratul ihram, beliau diam sejenak. Hal itu membuat diriku bertanya, Ya Rasulullah, apa yang anda baca ketika kami tidak mendengar suara anda antara takbiratul ihram dan fatihah?

Jawab Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, "Saya membaca doa iftitah:

"Allahumma baaid bainii wa baina kha-thaayaa-ya kamaa baaadta bainal masyriqi wal maghrib dst."

Makna tekstual dari hadis ini bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam membaca doa iftitah di setiap takbiratul ihram. Baik dalam salat wajib maupun salat sunah. Termasuk salat sunah yang jumlah salamnya berbilang, seperti salat tarawih.

Salat tarawih dengan 11 rakaat misalnya, di setiap 2 rakaat, ditutup dengan salam. Kemudian mengulang takbiratul ihram untuk 2 rakaat berikutnya. Artinya, setiap salat berdiri sendiri, dan telah terpisah dengan salat sunah sebelumnya.

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama hambali, Imam Ibnu Baz, Imam Ibnu Utsaimin, termasuk pendapat dalam Fatwa Islam (no. 66558) dan Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah (no. 27747).

Kita akan simak keterangan dalam Ensiklopedi Fiqh,

"Ulama mazhab Hambali berpendapat bahwa salat sunah yang dikerjakan lebih dari satu salam, seperti salat tarawih, dhuha, salat sunah rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan doa iftitahnya dilakukan setiap kali takbiratul ihram untuk 2 rakaat. Karena masing-masing shalat 2 rakaat, berdiri sendiri."

Namun di antara mereka ada pendapat lain, bahwa cukup membaca doa iftitah sekali di awal salat. (al-Mausuah al-Fiqhiyah, 4/55).

Iftitah Ringan, Pahala Besar. Anda bisa membaca doa iftitah yang lebih pendek ketika tarawih. Diantaranya,

"Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih.."

Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh keberkahan.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah mendengar ada sahabat yang membaca doa iftitah ini. Kemudian beliau mengatakan,

"Saya melihat ada 12 malaikat yang berebut untuk mengantarkan doa ini (kepada Allah). (HR. Muslim 1385, Ibn Hibban 1761, dan yang lainnya).Allahu alam.[]

Komentar

Embed Widget
x