Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:06 WIB

Ramadan Setan Dibelenggu Kenapa Ada Maksiat?

Kamis, 9 Mei 2019 | 07:00 WIB
Ramadan Setan Dibelenggu Kenapa Ada Maksiat?
(Foto: ilustrasi)

SAYA ditanya seseorang," Bagaimana kemaksiatan bisa terjadi pada bulan Ramadan, padahal setan-setan dibelenggu dengan rantai-rantai?"

"Saya telah mendengar dari seorang imam (salat) bahwa setan itu tidak ada pada bulan Ramadan, jika ucapannya itu benar, maka mengapa kaum muslimin sulit meninggalkan kemaksiatan pada bulan Ramadan?"

Saya menjawabnya sebagai berikut:

Segala puji bagi Allah, Pertama: ucapan bahwa setan tidak ada di bulan Ramadan, itu ucapan yang tidak benar. Riwayat yang ada dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa setan-setan dibelenggu dan diikat pada bulan Ramadan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1899), Muslim (1079), dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu."

Kedua:Al-Qurthubi mengatakan, "Jika ditanyakan bagaimana kok bisa kami melihat keburukan dan kemaksiatan banyak terjadi pada bulan Ramadan, (padahal) kalau seandainya setan-setan itu dibelenggu (yaitu: dirantai) tentulah keburukan dan kemaksiatan itu tidak terjadi?

Maka jawabannya adalah:

- Bahwa kemampuan setan menggoda orang-orang yang berpuasa -jika puasanya terpenuhi syarat-syaratnya dan terjaga adab-adabnya- menjadi berkurang.

- Atau kemungkinan makna lain bahwa yang diikat hanyalah sebagian setan-setan saja, yaitu setan-setan pembangkang, bukan semuanya, sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat.

- Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan (kemaksiatan) menjadi berkurang di bulan ini dibandingkan dengan di bulan selainnya.

- "Di samping itu, seandainya semua setan diikat pun, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan sama sekali, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain (godaan) setan, seperti jiwa yang buruk, kebiasaan yang jelek atau karena (godaan) setan jenis manusia" (Sumber: Fathul Bari).

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fatawash Shiyam (hal. 466), ditanya: "Bagaimana mengompromikan antara pembelengguan setan-setan di bulan Ramadan dengan terjadinya kemaksiatan yang dilakukan manusia?"

Beliau menjawab, "Kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadan tidaklah bertentangan dengan adanya riwayat (yang menyebutkan) bahwa setan-setan dibelenggu di bulan Ramadan, karena pembelengguan mereka tidak menghalangi (secara totalitas) gerakan mereka menggoda, oleh karena itu ada sebuah riwayat dalam sebuah hadis,

"Dan dibelenggu di dalamnya setan-setan pembangkang, sehingga tidak bebas melakukan godaan sebagaimana kebebasan mereka melakukannya di selain bulan Ramadan (HR. Ahmad 7857)".

Dan hadis ini disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dhaifut Targhib 586, beliau berkata "(hadis ini) Lemah sekali".

Bukanlah maksudnya setan-setan tidak bergerak menggoda sama sekali, bahkan mereka masih bisa bergerak menggoda, menyesatkan orang yang bisa disesatkan, namun godaannya di bulan Ramadan tidak sebagaimana godaannya di bulan selainnya. Wallahu alam. [Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid]

Sumber: muslimorid dari http://islamqa.info/ar/37965

Penerjemah: Ust. Said Abu Ukasyah

Komentar

Embed Widget
x