Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 00:23 WIB

Kedahsyatan Makna dan Guna Doa Nabi Musa

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 8 Mei 2019 | 00:10 WIB
Kedahsyatan Makna dan Guna Doa Nabi Musa
(Foto: ilustrasi)

SAAT saya masih sekolah ibtida'iyyah dulu, guru mengajak seluruh murid membaca doa yang dibaca Nabi Musa, yang kata guru saya dulu disebut sebagai doa untuk cerdas dan sukses. Saat itu, kami para murid tak begitu paham maknanya namun hapal di luar kepala karena menjafi kebiasaan harian.

Doa Nabi Musa itu diabadikan dalam QS Thaha ayat 25-28: "Musa berkata, Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku".

Kini saya sempatkan membaca tafsir ayat-ayat itu. Sebagian mufassir berkata bahwa ayat-ayat itu memuat tiga hikmah lain selain doa. Pertama adalah pemberitahuan bahwa jika Allah telah melapangkan hati manusia maka tak akan lagi hambatan internal, hambatan dari dalam diri manusia itu sendiri. Kedua adalah bahwa jika Allah mempermudah urusan manusia maka tak akan ada lagi hambatan eksternal menuju sukaes bahagia. Ketiga adalah bahwa jika Allah telah melepaskan kekakuan lidah maka hambatan komunikasi dialogis akan menjadi lancar.

Sukses dan bahagia itu, dapat dipahami dari doa di atas, akan tergapai jika 3 hambatan bersih terselesaikan: hambatan dari dalam diri, hambatan dari luar diri dan hambatan komunikasi.

Orang yang dirinya sendiri galau dan sedih akan sulit untuk sukses bahagia. Orang yang selalu saja ribet melayani ancaman, tantangan dan rintangan hebat dari luar tentu kesulitan pula menggapai sukses bahagia. Demikian pula orang yang komunikasinya tak lancar maka pastilah selalu muncul kesalahpahaman dan kesalahtafsiran.

Sempatkan berdoa dengan doa Nabi Musa yang diabadikan oleh al-Qur'an itu, semoga sukses dan bahagianya Nabi Musa itu menular bagi kita. Salam pagi, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x