Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:35 WIB

Ini 6 Konsekuensi Gibah! (bagian 2)

Senin, 6 Mei 2019 | 21:00 WIB
Ini 6 Konsekuensi Gibah! (bagian 2)
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Berikut beberapa keterangan ulama mengenai konsekuensi ghibah:

Read more https://konsultasisyariah.com/34775-pahala-bagi-orang-yang-dighibah.html

BERIKUT beberapa keterangan ulama mengenai konsekuensi ghibah:

[4] Keterangan Abdurrahman bin Mahdi, beliau mengatakan,

"Andaikan bukan karena benci maksiat kepada Allah, (maka aku akan lakukan maksiat), dan sungguh aku ber-angan-angan andaikan semua penduduk kota ini meng-ghibahku. Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan melebihi orang yang melihat pahala yang tertulis di catatan amalnya, sementara dia tidak pernah mengamalkannya." (HR. al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, 5/305)

[5] Keterangan Abdullah bin Mubarak, beliau mengatakan,

Andai saya boleh meng-ghibah orang lain, tentu saya akan meng-ghibah kedua orang tuaku. Karena mereka yang paling berhak untuk mendapatkan pahala dariku.

Abdullah bin Mubarak pernah berdiskusi dengan Sufyan at-Tsauri tentang Abu Hanifah,

Sungguh Abu Hanifah sangat menghindari ghibah. Belum pernah aku mendengar beliau meng-ghibah seseorang sampaipun musuhnya.

Lalu Sufyan mengatakan,

Demi Allah, beliau sangat menyadari sehingga jangan sampai pahalanya hilang. (Manaqib Abu Hanifah, 1/190)

[6] Keterangan Ibrahim bin Adham

Wahai manusia pembohong, kamu sangat bakhil terhadap dunia sehingga tidak kamu kasihkan ke sesama muslim, namun kalian begitu pemurah dalam memberikan pahala akhirat kalian kepada musuh kalian. (Tanbih al-Ghafilin, 1/177)

Yang beliau maksud adalah meng-ghibah orang lain.

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x