Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 19:00 WIB

Ini 6 Konsekuensi Gibah! (bagian 1)

Senin, 6 Mei 2019 | 18:00 WIB
Ini 6 Konsekuensi Gibah! (bagian 1)
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ALLAH menyebut ghibah dalam al-Quran sebagai perbuatan makan bangkai sesama muslim.

Allah berfirman, "Janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS. al-Hujurat: 12)

Karena itu, para ulama memahami, kedzaliman ghibah akan berlanjut di akhirat. Dimana orang yang dighibah akan diberi pahala dari orang yang meng-ghibahnya. Sehingga ghibah mengurangi pahala seseorang. Sebaliknya, orang yang dighibah akan semakin bertambah pahalanya.

Berikut beberapa keterangan ulama mengenai konsekuensi ghibah:

[1] Perkataan Ulama Tabiin Hasan al-Bashri,

"Demi Allah, ghibah lebih cepat menggerogoti agama seorang mukmin dibandingkan orang yang makan badannya." (as-Shumt, Ibnu Abi Dunya, hlm. 129)

[2] Keterangan Hasan al-Bashri,

Ada orang yang datang menemui Hasan al-Bashri, lalu orang ini memberikan info, "Bahwa si A telah meng-ghibah anda."

Lalu Hasan al-Bashri mengirim satu kotak kurma basah ke orang itu, beliau mengatakan,

Saya dapat info bahwa anda telah menghadiahkan pahalamu untukku. Maka saya ingin untuk membalasnya kepadamu. Mohon maaf, saya tidak mampu memberikan balasan yang setimpal. (Tanbih al-Ghafilin, 1/176)

[3] Keterangan Fudhail bin Iyadh

Ada orang yang mengatakan kepada Fudhail, Si A telah meng-ghibahku.

Lalu Fudhail bin Iyadh mengatakan, "Berarti dia telah memberikan pahala untukmu." (Hilyah al-Auliya, 8/108)

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x