Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 09:29 WIB

Menjadi Orang yang Ikhlas dalam Beramal Shaleh

Oleh : Quraniy | Jumat, 3 Mei 2019 | 02:02 WIB
Menjadi Orang yang Ikhlas dalam Beramal Shaleh
(Foto: Ilustrasi)

PERKARA ikhlas adalah perkara yang penting. Karena tidaklah Allah memerintahkan kita dalam melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan-Nya, melainkan kita memurnikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan semua itu.

Ikhlas adalah tujuan inti semua amal shaleh. Maka bila tidak ikhlas, amal shaleh seseorang akan lenyap begitu saja. Musnah. Hilang. Tak berbekas. Dan ia diancam dengan neraka karena telah berbuat tidak ikhlas.

Lalu bagaimana agar kita bisa ikhlas? Ada beberapa tips yang bisa kita usahakan agar kita menjadi pribadi yang ikhlas dalam beramal ibadah. Yang pertama adalah berdoa. Kita berlindung diri kepada Allah dari perbuatan syirik (riya termasuk perbuatan syirik karena menduakan niat) yang kita tidak ketahui, dan kita memohon ampunan Allah dari perbuatan syirik yang kita ketahui. Doa seperti ini telah diajarkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam bahkan beliau meskipun seorang Nabi, tetap berdoa demikian.

Begitu juga sahabat Nabi, Umar bin Khaththab radliyallahu anhu sering melafalkan doa memohon keikhlasan. Beliau radliyallahu anhu sering berdoa, "Ya Allah jadikanlah seluruh amalanku amal yang shaleh. Jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu. Dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain".

Tips lain adalah agar kita menyembunyikan amalan kita. Terutama amalan yang sifatnya tidak wajib atau sesekali saja. Seperti shalat sunnah, menolong atau membantu orang lain, berdakwah, dan semisalnya. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa shalat terbaik seseorang adalah shalatnya di dalam rumahnya, kecuali shalat wajib. Ulama menjelaskan hikmah dari hadits tersebut bahwa sebaik-baik amal, adalah amalan yang tersembunyi.

Menganggap rendah amalan kita juga akan membuat kita ikhlas dalam beramal. Ini adalah upaya kita menahan rasa ujub yang mungkin timbul saat atau setelah kita beramal shaleh. Maka menganggap amalan kita rendah, dan menganggap amalan orang lain lebih baik, akan menjadikan kita semakin membutuhkan ikhlas dalam beramal.

Bahkan seseorang bisa masuk neraka setelah beramal shaleh, dan seseorang lainnya bisa masuk surga setelah berbuat dosa. Yakni apabila orang yang beramal shaleh tersebut merasa takjub pada diri sendiri akan kebaikannya. Sementara seorang pendosa bertaubat setelah berbuat dosanya. [*]

Komentar

x