Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 09:15 WIB

Menjauhi Dosa-dosa Besar

Oleh : Quraniy | Jumat, 3 Mei 2019 | 05:00 WIB
Menjauhi Dosa-dosa Besar
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH segala puji bagi Allah Rabb semesta alam shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Dalam Islam dosa syirik (menyekutukan Allah) adalah dosa paling besar, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk menjauhi tujuh dosa besar:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan (al-muubiqaat)." Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, apa saja dosa yang membinasakan tersebut?" Beliau bersabda, "(1) Syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh kecuali jika lewat jalan yang benar, (4) makan riba, (5) makan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, (7) qadzaf (menuduh wanita mukminah yang baik-baik dengan tuduhan zina)."

Kita sering berbicara dengan kaum musimin lainnya tentang dosa besar, namun tahukah kita apa itu dosa besar?

Dalam tafsir Jami al-Bayan fi Tawil al-Quran atau lebih dikenal dengan nama tafsir Ath Thabari disebutkan bahwa dosa besar (al Kabair) adalah setiap dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai, atau dikenai siksa.

Nah setelah mengetahui apa itu dosa besar maka selayaknya bagi seorang muslim senantiasa menjauhi perkara-perkara yang dapat menjerumuskannya ke dalam kebinasaan, misalnya rutin datang kekuburan yang dianggap keramat dengan tujuan mencari keberkahan dengan berdoa disana, bisa saja hal ini dapat menjerumuskannya kepada dosa besar syirik yang awalnya hanya datang mencari keberkahan namun setan memalingkannya sehingga ia justru malah meminta hajat atau kebutuhan kepada penghuni kubur berdoa kepadanya.

Atau contoh lainnya seperti tawuran antar pelajar, antar kampung yang bisa mengakibatkan terjatuhnya seseorang kedalam dosa besar membunuh maka hal-hal yang dapat menuju kearah sana harus dihindari atau dijauhi. Wallahu alam. [*]

Komentar

x