Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:36 WIB

Menjauhi Dosa Besar Syirik

Oleh : Quraniy | Kamis, 2 Mei 2019 | 02:02 WIB
Menjauhi Dosa Besar Syirik
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

Alhamdulillah Segala Puji Bagi Allah Subhanahu wataala

DALAM Islam dosa terbagi menjadi dua yaitu dosa besar atau yang disebut (Al Kabair) dan dosa kecil yang disebut (Ash shaghair) hal ini sebagaimana ditujukan oleh dalil-dalil baik dari Al Quran dan As Sunnah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Sebagaimana dalam firman Allah Taala yang terdapat dalam surat QS. Asy-Syura ayat 37). "Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf".

Kemudian Allah Subhanahu wataala juga berfirman dalam ayat lain: "Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa besar yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kalian yang kecil) dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (surga)," (QS. An-Nisa`: 31).

Adapun dalil dari As Sunnah atau hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan adanya pembagian dosa besar dan kecil, sebagaimana diriwayatkan imam Muslim yang artinya Nabi Shallallahualaihi Wasallam bersabda: "Shalat lima waktu dan shalat Jumat ke shalat Jumat selanjutnya, menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar" .

Nah, untuk itu perkara yang paling penting bagi seorang muslim adalah ia menjauhi dosa-dosa besar yang dapat membinasakannya terutama dosa kesyirikan. Perlu diketahui bahwa dosa kesyirikan yaitu menyekutukan Allah adalah dosa besar yang paling besar. Seorang muslim jika ia terjerumus kedalam dosa syirik jika ia tidak bertaubat hingga ajal datang menjemput maka ia kekal di neraka namun jika ia bertaubat dari kesyirikan sebelum ajal menjemput maka ia terbebas dari siksa api neraka.

Mengetahui dosa kesyirikan adalah perkara yang teramat penting, sebab berapa banyak kaum musimin yang sampai saat ini terjatuh dalam kesyirikan sebab mereka tidak mengetahuibahwa itu adalah dosa syirik seperti mempersembahkan tumbal atau sesajen kepada makhuk halus/jin yang dianggap sebagai penunggu atau penguasa tempat keramat tertentu, mencari keberkahan melalui kotoran kerbau atau Kyai Selamet dan lain-lain.

Wallahu alam

Komentar

Embed Widget
x