Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 11:59 WIB

Ujub Sebagai Perusak Ikhlas

Oleh : Quraniy | Selasa, 30 April 2019 | 02:02 WIB
Ujub Sebagai Perusak Ikhlas
(Foto: Ilustrasi)

GODAAN setan bagi niat (ikhlas) orang beriman, yakni saat beramal shaleh atau beribadah untuk melakukan taqarrub ilallah (pendekatan diri kepada Allah), tidak hanya sebatas riya. Bila godaan riya gagal (atau pun berhasil), maka setan masih berupaya menjerumuskan orang beriman pada kegagalan beramal shaleh.

Setan akan memunculkan rasa takjub pada diri sendiri pada seseorang. Orang tersebut akan melihat dirinya adalah orang yang baik. Orang yang suci. Orang yang ringan dalam melakukan ketaatan pada Allah. Rasa ujub ini jelas merupakan musibah bagi orang-orang beriman.

Bila riya merupakan bentuk menyekutukan Allah kepada makhluk, maka ujub adalah menyekutukan Allah dengan diri sendiri seseorang tersebut. Riya menampakkan atau menceritakan amal shalih agar orang yang mengetahui memujinya. Sedang ujub, seseorang beramal shaleh meski orang lain tidak mengetahui amal shaleh tersebut, namun ia merasa dirinya adalah orang yang baik dan lebih baik dari orang lain karena ia telah melakukan amal shaleh tersebut.

Imam Syafii rahimahullah berkata, "Apabila kamu mengkhawatirkan sikap ujub atas amal perbuatanmu, ingatlah keridhaan Allah yang menjadi tujuan amalmu, di alam kenikmatan mana engkau hendak berlabuh dan dari siksa mana engkau hindarkan dirimu. Karena barangsiapa yang mengingat itu semua, semua amalnnya akan nampak kecil di matanya".

Ujub merupakan penyebab paling ampuh seseorang menjadi sombong. Dengan munculnya rasa takjub pada diri sendiri, maka ia akan merendahkan orang lain. Dan itulah kesombongan. Sedang orang sombong maka baginya adalah neraka.

Karenanya ujub jelas merupakan perkara yang membinasakan. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya.

Allahu Alam.

Komentar

Embed Widget
x