Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 11:49 WIB

Hikmah Fenomena Ada Kaya dan Miskin di Kehidupan

Minggu, 21 April 2019 | 08:00 WIB
Hikmah Fenomena Ada Kaya dan Miskin di Kehidupan
(Foto: ilustrasi)

"SI Anu, kasihan hidupnya, tiap hari harus banting tulang sekadar untuk menutup utang, padahal salatnya rajin"

"Lha itu, tetanggaku, boro-boro nutup utang, malah tiap bulan kesulitan nambah utang"

"Pak fulan mah, orang yang paling enak hidupnya di kompleks sini, pulang pergi diantar sopir pribadi, mana pembantunya di rumahnya lima orang lagi"

"Teman SMA saya sekarang ada yang jadi menteri lho"

Mungkin begitulah kira-kira yang acapkali kita dengar tentang obrolan manusia seputar kaya dan miskin. Adanya orang yang miskin dan kaya adalah perkara yang biasa kita jumpai di sekitar kita. Yakinilah sobat, bahwa setiap perkara yang ditakdirkan oleh Allah di muka bumi ini, pastilah ada hikmah di balik itu semua, kita sadari atau tidak, kita ketahui atau tidak.

Perbuatan Allah berkisar antara karunia dan ihsan dengan keadilan dan hikmah. Yakinilah, bahwa jika Allah menghendaki sesuatu untuk terjadi, pastilah hal itu sudah berdasarkan ilmu, kebijaksanaan dan keadilan-Nya. Perbuatan Allah tidak pernah kosong dari hikmah dan maslahat serta pasti bersih dari dari kezaliman dan kesalahan.

Perbuatan Allah berkisar antara karunia dan ihsan dengan keadilan dan hikmah. Jika Allah memberi, maka memberi dengan karunia dan ihsan-Nya, dan jika mencegah atau memberi cobaan, maka itu dilakukan dengan keadilan-Nya.

Semua perbuatan Allah pasti indah dan terpuji. Tidak ada satupun dari perbuatan-Nya yang tercela dan buruk, dan semua takdir-Nya adalah baik, sempurna dan indah, walaupun peristiwa yang ditakdirkan oleh-Nya (kejadian yang terjadi pada makhluk), ada yang buruk dan tercela.

Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan". (HR. Muslim).

Seluruh alam semesta ini milik Allah dan semua keputusan pengaturan alam semesta terserah Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana lagi Maha Adil

Allah Taala telah membagi rezeki di antara hamba-hamba-Nya, Dia Azza wa Jalla melapangkan rezeki sebagian manusia dan menyempitkan rezeki sebaian yang lain, hal itu dilakukan untuk suatu hikmah yang sempurna, yang berkonsekuensi pada pujian terhadap-Nya atas seluruh keputusan-Nya.

Seluruh alam semesta ini milik Allah dan semua keputusan pengaturan alam semesta terserah Allah, justru ini menunjukkan Ketuhanan-Nya yang haq.

Allah Taala berfirman,
"Dan Allah melebihkan sebahagian kalian dari sebagian yang lain dalam hal rezeki" (An-Nahl: 71).

"Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Al-Ankabuut: 62).

Syaikh Abdur Rahman As-Sadi rahimahullah menafsirkan firman Allah di dalam surat Al-Ankabuut ayat 62 di atas,

"Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menciptakan alam atas dan bawah serta mengatur mereka dan memberi rezeki mereka, melapangkan rezeki bagi hamba yang Allah kehendaki dan menyempitkan rezeki hamba yang Allah kehendaki, hal itu merupakan kebijaksanaan dari-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya tentang apa yang bermanfaat dan yang layak bagi hamba-hamba-Nya" (Tafsir As-Sadi, hal. 746 ).

Al-Allamah Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

"Maka diantara mereka (makhluk) ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Dan Dia (Allah) Maha Mengetahui tentang apa yang cocok bagi masing-masing diantara mereka dan Maha Mengetahui siapa saja yang cocok berstatus kaya dan siapa saja yang cocok berstatus miskin" (Tafsir Ibnu Katsir, 4/165).

Sobat, ingatlah bahwa si miskin dan si kaya, keduanya sama saja di sisi Allah, asal sama-sama bertakwa. Semakin bertakwa seseorang, maka semakin dicintai oleh Allah.

Allah Taala berfirman,
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kalian" (Al-Hujuraat:13).

Komentar

Embed Widget
x