Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 05:26 WIB

Benarkah Dajjal tak Tertera Dalam Alquran?

Sabtu, 20 April 2019 | 07:00 WIB
Benarkah Dajjal tak Tertera Dalam Alquran?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DAJJAL adalah fitnah (cobaan) terbesar yang dikhawatirkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam terjadi pada umatnya. Oleh karena itu pula semua Nabi memperingatkan umatnya tentang Dajjal.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun menyuruh kita untuk berlindung kepada Allah agar jauh dari fitnah Dajjal di setiap salat. Allah Taala banyak menyebutkan tanda-tanda besar dan kecil hari Kiamat di dalam Alquran, seperti terbelahnya bulan dalam firman-Nya Taala, "Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan." (QS. Al-Qamar [54]: 1).

Munculnya Ya`juj dan Majuj sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya Taala, "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Majuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (QS. Al-Anbiy` [21]: 96).

Begitu juga dengan tanda-tanda lainnya, namun Dajjal tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alquran. Apa hikmah yang terkandung dalam hal ini? Para ulama menyebutkan dalam beberapa poin, di antaranya:

1. Dalam firman Allah Taala disebutkan, "Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu." (QS. Al-Anm [6]: 158).

Dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diterangkan,

"Ada tiga tanda (hari kiamat), yang apabila telah terjadi maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, yakni Dajjal, binatang melata, dan terbitnya matahari dari sebelah barat."[1]

2. Dalam beberapa ayat dalam Alquran terdapat isyarat tentang turunnya Isa bin Maryam Alaihissalam, yaitu firman Allah Taala, "Tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (QS. An-Nis` [4]: 159).

Firman Allah Taala, "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan Dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat, karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu." (QS. Az-Zukhruf [43]: 57-61).

Berdasarkan hadis sahih, Isa Alaihissalam adalah orang yang akan membunuh Dajjal, sehingga penyebutan Isa Alaihissalam dalam Alquran secara tidak langsung mengandung pembahasan tentang Dajjal.

Hadis yang menerangkan bahwa keluarnya Dajjal adalah salah satu tanda Hari Kiamat

Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul sepuluh tanda, yaitu munculnya asap, munculnya dajjal, keluarnya binatang melata, terbitnya matahari dari sebelah barat."[2]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Ada tiga tanda (hari kiamat), yang apabila telah terjadi maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya, yakni terbitnya matahari dari sebelah barat, Dajjal, dan binatang melata di bumi."[3]

Dajjal Adalah Fitnah (Cobaan) Terbesar Yang Ada Di Muka Bumi Secara Mutlak

Diriwayatkan dari Imran bin Hushain Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yang lebih besar dari Dajjal." -dalam satu riwayat disebutkan, "perkara yang lebih besar dari (fitnah) Dajjal-."[4]

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Taala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan bersabda, Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya, dia itu buta sebelah matanya, dan Allah Subhanahu wa Taala tidak buta."[5]

Komentar

Embed Widget
x