Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:48 WIB

Mengapa Memilih Ini dan Tidak Memilih yang Lain

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 17 April 2019 | 00:04 WIB
Mengapa Memilih Ini dan Tidak Memilih yang Lain
(Ilustrasi)

BEDA pilihan itu sesungguhnya adalah hal yang alami, natural. Hukumnya adalah boleh, tidak terlarang. Satu saja catatan yang perlu diperhatikan: pilihlah seseorang atau sesuatu yang sekiranya paling mungkin mewujudkan kemaslahatan umum, bukan kemaslahatan pribadi atau kelompoknya. Mengapa? Semua manusia pilihan Allah adalah ditugas oleh Allah untuk membahagiakan orang lain dan menjaga keteraturan alam semesta.

Mengapa berbeda pendapat itu lumrah, wajar dan boleh? Jawabannya adalah karena setiap manusia memiliki pola pikir yang berbeda, memiliki latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi yang berbeda dan, karenanya, memiliki kepentingan yang berbeda. Kalau begitu, memaksa orang lain untuk wajib sama dengan dirinya adalah pelanggaran martabat kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Secara psikologis, orang yang disakiti atau pernah disakiti adalah wajar untuk tidak memilih orang yang menyakiti sebagai sahabat dekat atau sebagai pemimpin. Bagaimana jika di antara pilihan yang ada tidak ada yang menyakiti atau pernah menyakiti? Secara psikologis, manusia akan mencintai orang yang dikabarkan atau diceritakan sebagai orang baik, tulus dan penuh cinta, walaupun tidak pernah bertemu dan berkenalan langsung. Maka di sinilah gunanya kabar berita dan iklan tentang calon pemimpin dan calon wakil rakyat.

Memberitakan sesuatu adalah boleh. Mengiklankan sesuatu dan seseorang adalah juga boleh. Namun jangan berlebih-lebihan dan melampaui kenyataan aslinya. Nanti akan banyak yang tertipu dan terkecewakan. Jangan pula menutupi kelebihan-kelebihan orang lain sehingga orang-orang tertipu hingga membenci orang lain yang ditutup-tutupi itu.

Kedamaian dan kerukunan hanya akan bisa terbangun jika setiap berita itu adalah benar dan disampaikan dengan cara yang baik dan niat yang tulus penuh cinta. Selain cara ini, berita yang tersebar beserta ulasan-ulasannya hanya akan menjadikan suasana semakin panas dan persaudaraan semakin renggang.

Ada benarnya juga kata-kata K Lupin tetangga Haji Mat Kelor: "Bohong yang bisa merekatkan tali persahabatan itu kadangkala lebih bagus ketimbang jujur yang memporakporandakan tali pertemanan." Jangan tanya tafsirnya kepada saya, karena saya sudah lama tidak bertemu K Lupin. Namun renungkanlah. Mari kita jaga persaudaraan dan persahabatan. Nyoblos yang mana? Salam, AIM. [*]

Komentar

x