Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 01:46 WIB

Pemimpin itu Harus Seorang yang Kuat, Apa Artinya?

Selasa, 16 April 2019 | 13:00 WIB
Pemimpin itu Harus Seorang yang Kuat, Apa Artinya?
(Foto: ilustrasi)

TERDAPAT keterangan yang bagus yang dijelaskan Syaikhul Islam dalam karyanya as-Siyasah as-Syariyah tentang kriteria pemimpin yang baik. Beliau menjelaskan, "Selayaknya untuk diketahui siapakah orang yang paling layak untuk posisi setiap jabatan. Karena kepemimpinan yang ideal, itu memiliki dua sifat dasar: kuat (mampu) dan amanah."

Kemudian beliau menyitir beberapa firman Allah, "Sesungguhnya manusia terbaik yang anda tunjuk untuk bekerja adalah orang yang kuat dan amanah." (QS. Al-Qashas: 26).

Dalil lainnya, pujian yang diberikan oleh penguasa Mesir kepada Nabi Yusuf, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi (kuat secara posisi) lagi dipercayai pada sisi kami". (QS. Yusuf: 54).

Demikian pula karakter Jibril yang Allah amanahi menyampaikan wahyu kepada para rasul-Nya, karakter Jibril yang Allah puji dalam al-Quran, "Sesungguhnya Al Quraan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), ( ) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy, ( ) yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi amanah." (QS. At-Takwir: 19 21).

Demikianlah kriteria pemimpin ideal yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Kuat dalam arti mampu secara profesional dan amanah. Kemudian, Syaikhul Islam menjelaskan batasan kuat (mampu) dan batasan amanah,

Sifat kuat (profesional) untuk setiap pemimpin, tergantung dari medannya. Kuat dalam memimpin perang kembali kepada keberanian jiwa dan kelihaian dalam berperang dan mengatur strategi. Karena inti perang adalah strategi. Demikian pula kembali kepada kemampuan dalam menggunakan senjata perang.

Sementara kuat dalam menetapkan hukum di tengah masyarakat kembali kepada tingkat keilmuannya memahami keadaan yang diajarkan al-Quran dan sunah, sekaligus kemampuan untuk menerapkan hukum itu. Selanjutnya, beliau menjelaskan kriteria amanah

[baca lanjutan]

Komentar

x