Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:09 WIB

Surga Kema'rifatan

Kamis, 11 April 2019 | 09:00 WIB
Surga Kema'rifatan
(Foto: ilustrasi)

PERLU Anda ketahui, manakala dalam diri Anda dikehendaki rindu bertemu Allah, dan berhasrat untuk mengetahui keagunganNya; suatu kerinduan dan kecintaan yang lebih dibandingkan dengan hasrat seksual dan makan, maka Anda akan mendapatkan pengaruh surga kemarifatan dan taman-tamannya. Lebih dari surga yang dijanjikan dengan hasrat-hasrat empiris.

Hasrat kemarifatan seperti itu tercipta bagi orang-orang arif, dan bukan bagi Anda yang senantiasa berpikir pada hasrat fisik. Misalnya, Anda tercipta untuk berhasrat pada kedudukan atau pangkat. Namun hasrat seperti ini tidak ada dalam benak anak-anak kecil. Anak-anak hanya punya hasrat bermain belaka.

Anda pun heran, terhadap pola pikir anak-anak kecil itu yang begitu asyik dengan permainan-permainannya. Yang sama sekali tiada pernah berhasrat pada kedudukan sebagaimana yang ada dalam benak Anda. Orang-orang arif pun heran terhadap diri Anda, karena keasyikan Anda pada hasrat kedudukan dan pangkat, sementara dunia dengan keanekaragamannya bagi orang-orang arif hanyalah permainan dan senda-gurau belaka.

Hasrat yang demikian memang diciptakan bagi orang-orang arif (kepada Allah) dengan orientasi puncak kenikmatannya pada marifat itu sendiri menurut ukuran hasratnya. Hasrat tersebut juga tidak akan bertemu dengan hasrat empirik. Hasrat marifat itu sendiri tidak pernah sirna dan membosankan. Bahkan semakin bertambah dan berlipat ganda, manakaIa kerinduan dan marifat itu sendiri bertambah. Berbeda dengan sejumlah hasrat syahwat (seksual) yang biasanya muncul setelah anak menjadi dewasa. Kalaupun ada anak remaja yang tidak memiliki hasrat seksual, bisa jadi karena mereka masih di bawah umur atau mengalami impotensi.

Sementara orang-orang arif ketika diberi karunia hasrat marifat dan puncak kenikmatan memandang Keagungan Allah Swt. Maka, mereka senantiasa memandang keindahan hadirah (hadirat) Ketuhanan di surga yang seluas langit dan bumi. Bahkan lebih luas lagi. Yakni surga yang tinggi yang buah-buahnya begitu dekat dan senda-gurau kesenangannya adalah sifat-sifat dzat mereka, tidak pernah putus dan terhalangi. Karena memang tidak ada kesempitan sama sekali dalam dada orang-orang marifat itu. [Al-Ghazali/sufinews]

Komentar

Embed Widget
x