Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:33 WIB

Empat Poin yang Tidak Lepas dari Ikhlas

Oleh : Quraniy | Senin, 8 April 2019 | 02:02 WIB
Empat Poin yang Tidak Lepas dari Ikhlas
(Foto: ilustrasi)

Pembahasan tentang niat memang harus diulang dan didakwahkan terus menerus. Umat harus terus diingatkan tentang ini. Sebab niat ini erat kaitannya dengan tauhid. Itu pertama. Kemudian kedua, karena niat ini adalah amalan hati. Sebuah amalan yang hanya pelaku dan Rabbnya yang tahu pasti.

Karena dua hal tersebut lah, maka setan sangat suka dan memprioritaskan untuk mengganggunya. Dzahirnya seseorang telah beribadah dan beramal dengan ibadah atau amal yang besar dan utama, namun yang tidak dzahirnya sebenarnya setan telah menenggelincirkan niatnya. Akhirnya amalnya sia-sia.

Bila kita cermati definisi ikhlas yang telah disampaikan dan dijelaskan ulama, maka kita temui empat poin yang tidak lepas dari definisi ikhlas ini. Pertama, bahwa ikhlas adalah meniatkan suatu amalan hanya untuk Allah. Artinya ia berlepas diri dari selain Allah. Tidak terbersit pada niatnya sesuatu selain Allah. Seperti misalnya ia akan ke masjid lebih awal untuk shalat dengan niat mampir terlebih dahulu untuk hajatnya.

Kedua, bicara niat ikhlas, artinya bicara tentang hopeless. Ya, ketiadaan harapan kesan atau pun balasan apapun dari manusia dalam amalnya. Orang yang ikhlas ketika beramal maka ia tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia tetap melakukan amal shalihnya. Apakah manusia akan membicarakan dia ataukah tidak, itu bukan urusannya. Dan ia tidak mempedulikan itu semua. Ia hanya berharap agar Allah menerima amal shaleh atau ibadahnya.

Ketiga, kita akan mendapati kesamaan antara sesuatu yang tampak (amal) dan yang tersembunyi (niat). Niat yang ikhlas akan mendasari seseorang beramal dengan baik dan sungguh-sungguh. Yakni, niat ikhlas yang benar akan menghantarkan pelakunya beramal sesuai yang Rasulullah shalallahu alaihi wasallam contohkan. Ia akan mengerjakan amal shaleh dengan penuh sungguh-sungguh.

Terakhir, pengertian ikhlas tidak dapat pisahkan dari mengharapkan balasan dari amalannya di akhirat kelak. Inilah hakikat ikhlas. Ikhlas bukan tanpa pamrih. Ikhlas menyertakan pamrih, yakni pamrih akan balasan dari Allah di akhirat kelak. Orang yang tidak mencampuradukkan amal beragamanya, yakni hanya ikhlas, niscaya ia akan dapati surga Allah. Biiddznillah.

Allahu Alam.

Komentar

Embed Widget
x