Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 07:21 WIB

Beberapa Perkataan Ulama tentang Niat

Oleh : Quraniy | Kamis, 4 April 2019 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Beberapa Perkataan Ulama tentang Niat
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

MEMBICARAKAN niat adalah perkara penting. Banyak ulama kita yang menyampaikan perihal niat. Sebagaimana Nabi shalallahu alaihi wasallam, mereka juga menaruh perhatian lebih terhadap niat. Ini semua karena niat adalah pondasi amal. Tentu sebagaimana kita ketahui, bahwa suatu amal dikatakan sebagai amal shalih atau ibadah, bila tidak lepas dari dua syarat: niat ikhlas dan mengikuti contoh Nabi.

Di bawah ini akan kami sampaikan beberapa perkataan atau ulama tentang niat. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perkataan mereka. Karena terkandung nasehat di dalamnya.

Imam Bukhari rahimahullah pernah berkata, "Tiada hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam yang lebih banyak, kaya dan dalamnya faidah daripada hadits ini". Beliau katakan demikian terhadap hadits tentang niat yang masyhur. Yakni hadits dari sahabat Umar bin Khaththab.

Apa yang dikatakan Imam Bukhari seakan disetujui maknanya oleh Abdurrahman bin Mahdiy. Beliau (Abdurrahman bin Mahdiy) pernah mengatakan, "Kalau seandainya saya menyusun kitab yang terdiri dari beberapa bab, tentu saya jadikan hadits Umar bin al Khaththab yang menjelaskan bahwa amal tergantung niat ada dalam setiap bab".

Sedangkan Mutharrif bin Abdillah rahimahullah pernah berkata bahwa, "Baiknya hati karena baiknya amal, dan baiknya amal itu karena benarnya niat,". Hal ini menjelaskan bahwa hati seseorang dapat menjadi baik bila ia sering beramal shaleh baik yang diwajibkan atasnya maupun yang disunnahkan. Namun bila niat atas amal shalehnya tidak benar, maka hatinya tidak akan jadi baik.

Al Mundzir menyebutkan dari Ar Rabi bin Khutsaim, ia berkata, "Segala sesuatu yang tidak diniatkan mencari keridhaan Allah, maka akan sia-sia". Hal ini tidak jauh maknya dengan yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim, "Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi, bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa".

Sedangkan Sufyan ats Tsaury pernah berkata, "Dahulu orang-orang mempelajari niat sebagaimana kalian mempelajari amal". Dan Abdullah bin Mubarak juga mewasiatkan agar memberikan perhatian kepada niat, beliau berkata, "Betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat".

Semoga Allah selalu menolong kita dalam memperbaiki niat. [*]

Komentar

x