Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:46 WIB

Vitamin C Kehidupan yang Sangat Dibutuhkan

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 1 April 2019 | 00:02 WIB
Vitamin C Kehidupan yang Sangat Dibutuhkan
(Istimewa)
facebook twitter

KATA para pakar gizi, vitamin terbaik adalah vitamin yang langsung diproduksi alam, bukan vitamin yang diproduksi oleh pabrik. Maka buah-buahan dan sayur-sayuran serta sinar matahari adalah sumber vitamin alami yang sangat baik untuk kesehatan kita. Demikian penjelasan yang saya dapatkan dari guru saya, Dr. Sebi.

Kalau itu tadi adalah vitamin untuk tubuh, maka ada vitamin untuk kehidupan mental, jiwa, spiritual kita. Vitamin mental dan jiwa kita berupa peristiwa-pristiwa yang kita alami dalam kehidupan. Buah ucapan dan buah tindakan mengajari kita untuk lebih dewasa dan tangguh dalam hidup.

Ada yang berkata bahwa penderitaan dan kesedihan, musibah dan ujian, adalah vitamin C yang sangat penting untuk hidup kita, bahkan untuk hidup di akhirat kelak. Ulama berkata: "Andai tak ada musibah, maka manusia akan menjadi manusia bangkrut merugi di akhirat kelak." Inilah salah satu alasan mengapa musibah dan ujian menjadi sesuatu yang wajib ada dalam kehidupan manusia. Mari kita renungkan.

Ada banyak orang datang untuk mengadukan kegagalan-kegagalan. Di kepala saya ada setumpuk cerita tentang kegagalan yang saya dapatkan dari mereka itu, mulai dari gagal sekolah, gagal kuliah, gagal bekerja, gagal tunangan, gagal kawin, gagal memiliki anak, gagal mantu, sampai pada gagal kawin. Cerita gagal rata-rata adalah cerita menyedihkan, tak jarang menceritakannya harus mengundang air mata. Namun ada saja sisi lucu dari kegagalan itu, yakni ketika kegagalan itu ternyata menemukan sahabat kegagalan.

Saya berharap setumpuk cerita itu menjadi penyemangat saya dan kita semua untuk tetap semangat karena ternyata kegagalan itu hanya sebagian kecil saja dari kisah kehidupan secara umum. Kegagalan itu terasa besar hanya ketika perhatian kita fokus pada kegagalan itu. Kegagalan itu adalah makhluk manja yang semakin merasa besar ketika terlalu diperhatikan. Cobalah menoleh ke lain hal yang positif dan lupakan kegagalan itu, kegagalan itu akan mengecil dan menghilang bagai ilusi yang ditendang keyakinan diri.

Biasanya kepada mereka yang mengeluhkan kegagalan itu saya katakan: "Kita ini yang penting adalah berdoa dan berusaha, sementara hasil adalah urusan Allah SWT. Tak pernahkan mendengar bahwa ada beberapa nabi yang berdakwah namun tak mendapatkan pengikut? Apakah nabi itu kemudian dipecat Allah dari pangkat kenabiannya? Ternyata tidak. Mereka tetaplah nabi yang mulia karena istiqamah di jalan kebenaran, kebaikan dan keindahan."

Musibah tidak ditujukan membuat kita terhina. Musibah justru menjadikan kita mulia. Catatan pentingnya adalah kita tetap menjadi orang baik yang menebarkan kebaikan serta memperbaiki diri dan orang lain. Mari kita nikmati vitamin C jenis ini. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x