Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:08 WIB

Memahami Jenis Tangisan Agar Tak Tertipu Air Mata

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 21 Maret 2019 | 00:03 WIB
Memahami Jenis Tangisan Agar Tak Tertipu Air Mata
(Foto: Ilustrasi)

SESUNGGUHNYA semua kita bisa menyimpulkan dari sekian banyak tangisan yang kita saksikan selama hidup bahwa ada tangisan sejati dan ada tangisan palsu. Persis seperti jenis senyuman yang juga terbagi menjadi senyuman sejati dan senyuman palsu.

Tangisan sejati adalah tangisan yang lahir karena dorongan hati, sementara tangisan palsu adalah tangisan bermotif yang lahir dari selain hati. Bukankah dalam pentas drama atau sandiwara kita saksikan juga ada tangisan. Itu bukti bahwa tak semua tangisan itu sejati.

Al-Quran mengkisahkan banyak jenis tangisan dalam beberapa ayat dan beberapa jenis kisah. Salah satunya adalah tangisan saudara-saudara Nabi Yusuf kepada ayahnya setelah membuang Nabi Yusuf kecil ke dalam sumur. Saudara-saudaranya berpura-pura sedih dan menyesal, dan mereka teteskan derai air mata. Bacalah firman-NYA: "Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis." (QS. Yusuf 12: Ayat 16).

Ulama tafsir berkata bahwa ayat ini menunjukkan adanya jenis tangisan palsu. "Tidak semua tangisan itu menunjukkan kejujuran kata yang disampaikan saat menangis itu. Berhati-hatilah, jangan tertipu dengan air mata. Ada seribu satu tafsir air mata yang perlu dipelajari dan diketahui, namun hanya ada satu jenis air mata yang wajib kita teteskan, yakni air mata cinta dan takut kepada Allah.

Muhammad Thahir Ibn 'Asyur menyampaikan kalimat ungkapan orang Arab: "Air mata para orang jahat itu ada di tangannya." Karena ada di tangannya, maka kapan saja air mata itu bisa diberikan dan ditampakkan. Sementara bagi orang-orang baik, air matanya adalah ada di hatinya. Air mata yang tulus mengalir atas dorongan getaran hati yang tulus.

Apakah ada yang sedang menangis di hadapanmu? Bacalah huruf-huruf yang dibawa serta oleh tetes air mata itu. Jangan tertipu. Cobalah perhatikan tiga indikator tangisan hati dengan teliti. Lalu tunggulah beberapa waktu untuk membuktikan bahwa tafsiran Anda akan air mata itu adalah tafsiran yang benar. Waktu, pada akhirnya, akan memaparkan fakta yang sesungguhnya. Persis seperti yang terjadi pada kisah Nabi Yusuf dalam al-Qur'an. Salam, AIM, tidak sedang menangis. [*]

Komentar

Embed Widget
x