Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 02:31 WIB

Kesedihan Khalid karena Tak Wafat di Medan Perang

Sabtu, 16 Maret 2019 | 09:00 WIB

Berita Terkait

Kesedihan Khalid karena Tak Wafat di Medan Perang
(Foto: ilustrasi)

KHALID juga ikut serta dalam peperangan melawan kaum yang murtad, beliau juga ikut berperang menuju Iraq, dan para ulama berbeda pendapat tentang sebab dipecatnya Khalid sebagai komando perang di Syam, dan semoga yang benar adalah apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiallahu anhu: Tidak, aku akan memecat Khalid sehingga masyarakat mengetahui bahwa sesungguhnya Allah membela agamanya tidak dengan Khalid.

Di antara ungkapannya yang agung adalah tidaklah sebuah malam di mana aku bersama seorang pengantin yang aku cintai lebih aku sukai dari sebuah malam yang dingin lagi bersalju dalam sebuah pasukan kaum muhajirin guna menyerang musuh. Dia pernah menulis sebuah surat kepada kaisar Persia yang mengatakan, "Sungguh aku telah telah datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian sebagaimana orang-orang Persia menyenangi minum khamr."

Qais bin Hazim berkata, "Aku telah mendengar Khalid berkata, Berjihad telah menghalangiku mempelajari Alquranul Karim." Abu Zannad berkata, "Pada saat Khalid akan meninggal dunia dia menangis dan berkata, Aku telah mengikuti perang ini dan perang ini bersama pasukan, dan tidak ada satu jengkalpun dari bagian tubuhku kecuali padanya terdapat bekas pukulan pedang atau lemparan panah atau tikaman tombak dan sekarang aku mati di atas ranjangku terjerembap sebagaimana matinya seekor unta. Janganlah mata ini terpejam seperti mata para pengecut. "

Sungguh Khalid mengharapkan mati syahid dan semoga Allah menyampaikannya pada derajat yang dicita-citakannya. Dari Sahl bin Abi Umamah bin Hanif dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan sebenarnya maka Allah akan menyampaikannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas ranjangnya."

Lalu pada saat wafat, dia tidak meninggalkan kecuali kuda, senjata dan budaknya yang dijadikannya sebagai sedekah di jalan Allah, pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Muminin, Umar bin Al-Kattab dia berkata, "Semoga Allah memberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan." Dan disebutkan di dalam hadis riwayat Umar bin Al-Khattab tentang zakat bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah."

Dia wafat pada tahun 21 H. di Himsh pada usia 52 tahun, semoga Allah memberikan kepada Khalid balasan yang lebih baik dan semoga Allah mempertemukan kita dengannya di surga yang mulia, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga salawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, sahabat serta seluruh pengikut beliau.

[Sumber: Biografi Khalid bin Walid Radhiyallahuanhu, Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi]

Komentar

Embed Widget
x