Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 02:50 WIB

Penyimpangan Akidah Menghancurkan Kepribadian

Jumat, 15 Maret 2019 | 10:00 WIB
Penyimpangan Akidah Menghancurkan Kepribadian
(Foto: ilustrasi)

AKIDAH Islamiyah merupakan landasan dari suatu bangunan yang besar dan kokoh. Akidah menjadi motivator dan energi bagi seluruh hal yang bernilai tinggi dan bermanfaat dalam kehidupan ini. Karena itu penyimpangan dari akidah yang benar akan membawa kehancuran dalam kepribadian seseorang, ibarat suatu benda yang jatuh dari langit lalu disambar burung dan diterbangkan angin ke tempat yang jauh entah ke mana. Ini telah digambarkan Allah Azza wa Jalla, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutu kan sesuatu dengan Dia.

"Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." (QS Al Hajj: 31).

Tanpa akidah yang benar pada awalnya seorang hamba akan menjadi mangsa bagi ganasnya persangkaan dan keragu-raguan. Lama kelamaan buruk sangkanya terhadap Allah, Rasul dan Islam menghalanginya terhadap pandangan yang benar terhadap jalan hidup bahagia, sehingga kehidupannya terasa sempit dan menyesakkan. Ia pun ingin sekali keluar dari kemelut yang membelenggunya ini dengan berputus asa dan menyudahi hidup, bahkan dengan bunuh diri sekalipun. Hal itu terjadi di banyak masyarakat Dunia seperti di Jepang, Amerika, dan negeri-negeri yang penduduknya menyimpang dari hidayah dan akidah yang benar.

"Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (QS An Nuur: 39-40)

Masyarakat yang tidak dipimpin oleh akidah yang benar tidak ubahnya sekumpulan hewan yang tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekali pun bergelimang kekayaan materi, fasilitas teknologi, dan kemajuan industri sebagaimana kita lihat pada masyarakat jahiliyyah dahulu dan sekarang ini. Karena kekayaan materi atau pun kemajuan teknologi memerlukan tawjih (pengarahan) dalam aplikasinya, dan tidak ada arahan yang benar dan bernilai kecuali akidah sahihah dari ajaran Islam.

"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al mukminuun: 51).

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Saba: 10-11)

Maka kekuatan maadiyah (materi atau kebendaan) tidak boleh dipisahkan dari kekuatan akidah (ruhani). Jika kekayaan dan materi digunakan orang-orang yang menyeleweng dari akidah maka akan menjadi sarana-serana perusak yang amat sangat berbahaya bagi manusia dan peradaban. Seperti sekarang nampak bagaimana negei negeri kaya berlomba-lomba dalam mencari sumber-sumber kekayaan dan membuat senjata-senjata canggih dengan merusak negeri-negeri lainnya.

Seperti dikatakan oleh Ratu Bilqis yang diabadikan Alquran, "Dia (Bilqis) berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat". (QS An Naml: 34) []

Komentar

x