Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 15:54 WIB

Ampunilah Perkataan yang Rendahkan Martabat Rasul

Kamis, 14 Maret 2019 | 18:00 WIB
Ampunilah Perkataan yang Rendahkan Martabat Rasul
(Foto: Ilustrasi)

IKRIMAH pun datang. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Selamat datang, pengendara yang berhijrah. "Beliau berdiri kepadanya, meluaskan kain untuknya, dan menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan.

Ikrimah berkata: "Aku mendengar bahwa engkau telah menjamin keamananku, wahai Muhammad?"
"Ya sungguh kamu aman," jawab Rasul
"Untuk apa kamu mengajakku ?" tanya Ikrimah.
"Untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, melaksanakan salat, membayar zakat, menunaikan puasa, dan berhaji di Baitullah," kata Rasul.

Ikrimah berkata: "Demi Allah, engkau tidak mengajakku, kecuali kepada kebenaran; dan engkau tidak memerintahku, kecuali kepada kebaikan." Ikrimah mengulur tangannya dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Ikrimah berkata: "Wahai Rasulullah, aku memohon kepadamu untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perkataan yang aku ucapkan dihadapanmu atau tidak dihadapanmu."

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdoa untuk Ikrimah: "Ya Allah ampunilah setiap permusuhan yang dilakukannya terhadapku, setiap jejak langkahnya yang ia inginkan untuk memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah perkataan yang diucapkan guna merendahkan martabatku, baik ketika dia berada di hadapanku maupun tidak dihadapanku."

Ikrimah berkata: "Wahai Rasulullah, tidaklah aku mengeluarkan satu hartapun yang telah aku gunakan untuk memusuhimu, kecuali aku juga akan menginfakkan harta yang sama di jalan Allah."

Setelah masuk Islam, Ikrimah bersumpah: "Demi Dzat yang telah menyelamatkanku saat perang Badar." Ia bersyukur kepada Tuhannya karena ia tidak mati terbunuh dalam perang Badar (karena pada waktu itu Ikrimah masih dalam keadaan kafir, red). Ia masih tetap hidup sampai akhirnya Allah pun memuliakannya dengan Islam. Ia selalu membawa mushaf sambil menangis: "Kitab Tuhanku! Kitab Tuhanku!"

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x