Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 00:41 WIB

Setangkai Anggur Teruntuk Sang Utusan

Senin, 25 Februari 2019 | 09:00 WIB
Setangkai Anggur Teruntuk Sang Utusan
(Foto: ilustrasi)

TATKALA Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah kehabisan akal untuk mendapatkan pengikut dakwah di Mekkah, muncul ide untuk mengalihkannya ke Thaif. Sayangnya, sebelum beliau shallallahu 'alaihi wasallam tiba kesana, utusan dari pemuka Mekkah telah menghasud penduduknya untuk mengusir beliau shallallahu 'alaihi wasallam.

Akibatnya, bukan sambutan hangat yang diterima melainkan sambitan batu. Bahkan anak-anak pun ikut pula melempari tubuh beliau dengan batu-batu Thaif. Luka dan memar di sekujuh tubuh beliau saat menyelamatkan diri masuk ke sebuah perkebunan anggur.

Pemilik kebun anggur seorang Yahudi. Dia menyuruh tukang kebunnnya yang bernama Addas untuk membawakan setangkai anggur kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerima anggur tersebut, beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan "alhamdulillah", dan sebelum memakannya beliau membaca "bismilahir rahmanirahim".

Addas merasa heran karena yang diucapkan tadi sama dengan yang sering diucapkan olehnya. Ia belum pernah mendengar penduduk Thaif mengucapkannya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan ayat-ayat Alquran yang berisi tentang kisah Nabi Yunus. Addas sangat terharu kemudian tanpa ragu-ragu ia menyatakan masuk Islam.

[Ahmad Sarwat, Lc., MA]

Komentar

x