Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 18:53 WIB

Kecerdasan Rasulullah Tak Diukur dari Baca Tulis

Selasa, 12 Februari 2019 | 17:00 WIB
Kecerdasan Rasulullah Tak Diukur dari Baca Tulis
(Foto: Ilustrasi)

Al-Qurthubi menyebutkan beberapa keterangan seputar makna Ummi, Ibnu Abbas mengatakan, "al-Ummi adalah semua orang arab, baik mereka yang bisa menulis maupun mereka yang tidak bisa menulis. Karena mereka bukan ahli kitab. Ada yang mengatakan, al-Ummiyun adalah mereka yang tidak bisa menulis, dan seperti itu kondisi orang Quraisy. Dan diriwayatkan oleh Manshur dari Ibrahim, beliau mengatakan, al-Ummi adalah orang yang bisa melafalkan tapi tidak bisa menulis." (Tafsir al-Qurthubi, 18/91-92).

Ibnu Abbas juga menjelaskan ayat di surat al-Ankabut, "Nabi kalian shallallahu alaihi wa sallam adalah orang ummi, tidak menulis, membaca, dan tidak menghitung. Lalu Ibnu Abbas membaca firman Allah di surat al-Ankabut: 48." (Tafsir al-Qurthubi, 7/298)

Keterangan lain kami nukilkan dari ar-Raghib al-Ashbahani tentang makna ummi, "Al-Ummi adalah orang yang tidak bisa menulis dan membaca. Dan itulah makna firman Allah di surat al-Jumuah ayat 2." (Mufradat fi Gharib al-Quran, hlm. 28)

Dan inilah yang lebih sesuai dengan dzahir alquran. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam orang yang ummi, dalam arti beliau bisa melafalkan kalimat, tapi tidak bisa menuliskannya. Karena beliau tidak tahu tulisan huruf. Dan kondisi tidak bisa membaca tulisan, sama sekali tidak menunjukkan bahwa beliau kecerdasannya rendah. Banyak tokoh hebat di tengah Quraisy, mereka tidak bisa membaca tulisan. Namun kecerdasan ketika itu diukur dari kedewasaan dan bijaksana dalam bersikap. Beliau bisa menyelesaikan kasus dengan baik, dewasa ketika menghadapi masalah, itulah orang ummi.

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x