Find and Follow Us

Minggu, 21 April 2019 | 17:07 WIB

Menyikapi Musibah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Selasa, 12 Februari 2019 | 01:11 WIB
Menyikapi Musibah
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH! Segala puji hanya milik Allah Swt. Hanya Allah tempat kembali segala urusan. Hanya Allah yang tempat memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Allah, baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tentu saja kita sangat berharap hidup kita ini selalu ada dalam kemudahan, kelapangan, dan kebahagiaan. Tetapi ternyata kebahagiaan dan kegembiraan itu tidak selalu datang dari hal-hal yang kita sukai.

Mari kita simak firman Allah Swt. di dalam Al Quran berikut ini, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun"." (QS. Al Baqoroh [2] : 155-156)

Dalam ayat ini Allah Swt dengan sangat terang-benderang menjelaskan bahwa pasti akan datang ujian di dalam hidup kita. Tidak selamanya menyenangkan, kadang muncul juga kejadian yang tak mengenakan. Tidak selamanya menggembirakan, kadang muncul juga kejadian yang menyedihkan.

Akan tetapi, akan datang kebahagiaan yang sejati di balik semua ujian atau musibah itu. Kebahagiaan yang hanya datang kepada orang-orang yang bersabar. Siapakah orang yang sabar itu? Allah menjelaskan bahwa orang yang sabar adalah orang yang ketika ia ditimpa musibah, maka mulutnya, hatinya, sikapnya, kompak mengucapkan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun".

Saudaraku, apa maksud dari kalimat ini? Kalimat ini artinya, "Sesungguhnya kami ini milik Allah, dan hanya kepada Allah kami akan kembali". Maka kalimat ini menunjukkan bahwa ada dua kunci utama bagi orang yang ingin bersabar. Pertama, hilangnya rasa memiliki. Kita yakin bahwa diri kita dan segala yang kita miliki adalah milik Allah Swt.

Kedua, hilangnya tempat kembali, kecuali hanya Allah Swt satu-satunya tempat kembali. Hanya Allah Swt tempat kembalinya segala urusan. Dan, meyakini dengan sepenuh hati bahwa kita pasti akan kembali kepada Allah Swt.

Semakin kita tidak merasa memiliki, kecuali bahwa yang kita miliki ini tiada lain adalah hanya titipan dari Allah Swt, maka akan semakin ringan kita menjalani hidup ini. Akan semakin ringan kita menghadapi setiap musibah yang terjadi dalam hidup kita. Sebaliknya, jikalau semakin besar rasa memiliki dalam hati kita, maka akan semakin berat untuk bersabar.

Semakin kuat keyakinan kita bahwa hanya Allah Swt yang kuasa memberikan pertolongan, maka akan semakin tangguh kita menghadapi setiap musibah. Sebaliknya, semakin kita mencari penolong selain Allah, maka akan semakin resah gelisah hati kita dan semakin jauh dari pertolongan Allah.

Lisan mengucap "Inna lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun" disertai keyakinan, itulah pangkal kebahagiaan yang hakiki. Hanya orang yang bersabar yang akan memperoleh pertolongan Allah, dan hanya orang-orang yang bersabar yang akan mampu melewati setiap musibah dengan hati yang lapang. Sehingga hidupnya akan diliputi dengan ketenangan dan kebahagiaan. Sungguh, kita ini milik Allah dan hanya kepada Allah kita kita akan kembali. Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar. [smstauhiid]

Komentar

x