Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 20:14 WIB

Jauhi Namimah

Oleh : Quraniy | Senin, 4 Februari 2019 | 02:02 WIB
Jauhi Namimah
(Foto: Ilustrasi)

NAMINAH adalah adu domba atau provokasi. Namimah bisa berbentuk ucapan, bisa pula dalam bentuk perbuatan. Segala bentuk keduanya yang menjurus agar seseorang membenci atau menyakiti orang lain, termasuk namimah.

Begitupun seseorang yang mengesampingkan sunnah Nabi, namun ia menyatakan bahwa golongan/hizbinya yang berhak ini itu sedangkan yang lain salah. Itu merupakan bentuk namimah, disamping bentuk ashabiyyah tentunya.

Namimah bisa berakibat rusaknya hubungan atau persaudaraan sesama muslim. Akan ada benih kebencian dan dendam pada diri seseorang bila ia termakan namimah orang lain.

Dampak lebih jauhnya, perselisihan semakin meruncing. Bukan hanya kerusakan diri, bisa jadi kerusakan materi pula bila terjadi perkelahian atau kontak fisik.

Dari Abdullah bin Mas'ud, sesungguhnya Muhammad berkata, "Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu aladhhu? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia." (HR. Muslim)

Berkata Imam Nawawi men-syarah hadits di atas, "Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka".

Ancaman dan balasan pelaku namimah adalah Neraka. Dari Ibnu Abbas, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melewati sebuah kebun di Madinah atau Mekah beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi bersabda, "Keduanya sedang disiksa dan tidaklah keduanya disiksa karena masalah yang sulit untuk ditinggalkan".

Kemudian beliau kembali bersabda, "Mereka tidaklah disiksa karena dosa yang mereka anggap dosa besar. Orang yang pertama tidak menjaga diri dari percikan air kencingnya sendiri. Sedangkan orang kedua suka melakukan namimah". (HR. Bukhari).

Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba)." (HR. Al Bukhari)

Ibnu Katsir menjelaskan, "Al qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan) tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba."

Juga sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Tidak masuk surga pelaku namimah" (HR. Muslim). [*]

Komentar

Embed Widget
x