Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 11:18 WIB

Berkata Baik atau Diam

Oleh : Quraniy | Rabu, 30 Januari 2019 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Berkata Baik atau Diam
(Foto: Ilustrasi)

SEBERAPA banyak kata yang keluar dari mulut kita hari ini? Banyak. Bermanfaat atau tidak? Bagaimana pula bila dibanding dengan memperbanyak diam? Manakah yang sekiranya lebih mendatangkan manfaat bagi kita sehari ini?

Lisan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sukar dikontrol oleh pemiliknya (kecuali orang yang Allah rahmati). Padahal tidak satu orang pun yang tidak bisa lepas dari aktifitas lisannya. Bagi yang tidak tunawicara, tentu lisan adalah bagian tubuh yang ia banyak pergunakan saat atau pada kondisi sadarnya. Karena sering digunakan, lisan menjadi sangat mudah terpeleset kepada hal yang diharamkan Allah.

Nabi shalallahu alaihi wasallam sendiri di beberapa haditsnya berwasiat tentang atau memerhatikan perkara lisan ini. Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (Muttafaq 'alaih).

Hadits tersebut merupakan perintah untuk berkata baik dan diam dari perkataan yang tidak baik. Termasuk diam dari perkataan yang sia-sia. Jadi, adakalanya perkataan itu baik, maka dipertintahkan untuk diucapkan. Dan adakalanya perkataan itu tidak baik dan sia-sia, sehingga diperintahkan untuk diam darinya.

Berkata baik meliputi dzikrullah, di mana kalimatnya telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan, dan amar ma'ruf nahi munkar, yakni berdakwah mengajak manusia bertauhid dan mengamalkan ibadah sesuai petunjuk Nabi-Nya. Termasuk di dalamnya adalah proses belajar dan mengajari manusia tentang kebenaran.

Sedangkan perkataan buruk meliputi segala perkataan selain di atas. Diantaranya adalah perkataan dusta atau hoax, ghibah, tajassus, namimah, umpatan, celaan, dan pula perkataan yang menyeru pada kesesatan dan kemungkaran.

Bila kita tidak mampu berkata yang baik, sebagai bukti kita beriman pada Allah dan hari akhir, maka lebih baik kita diam.

Umar radliyallahu anhu berkata, "Barangsiapa banyak bicara, banyak pula kesalahannya. Barangsiapa banyak kesalahannya, maka banyak pula dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, maka nerakalah yang lebih layak baginya". (Jamiul ulum walhikam).

Thawus bin Kaisan rahimahullah berkata, "Tidak ada perkataan satu kata pun yang terucap oleh anak Adam, kecuali akan dicatat. Bahkan dicatat pula rintihan ketika dia sakit". (Shifatush shafwah).

Allahu A'lam.

Komentar

Embed Widget
x