Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 03:01 WIB

Sembunyikan Kebaikan seperti Sembunyikan Keburukan

Rabu, 30 Januari 2019 | 10:00 WIB
Sembunyikan Kebaikan seperti Sembunyikan Keburukan
(Foto: Ilustrasi)

AMAL seorang hamba akan diterima oleh Allah mesti memenuhi dua syarat yaitu Ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Beramal baik dan menampakannya agar bisa menjadi contoh orang lain memang bukanlah dilarang dan juga bukan berarti kita tidak ikhlas, karena memang ikhlas bukan terletak pada ditampakkan atau tidaknya amalan kebaikan kita, tetapi setidaknya dari kisah-kisah berikut dapatlah kita ketahui "posisi khusus" yang Allah janjikan dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kabarkan bagi mereka yang menyembunyikan amal-amal baiknya.

Saad bin Abi Waqqas berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala senang pada hamba-Nya yang bertakwa, kaya (hatinya) dan suka menyembunyikan amalnya." (HR Muslim)

"Barang siapa yang dapat memiliki amal saleh yang disembunyikannya, maka lakukanlah."

Salamah bin Dinar berkata, "Sembunyikanlah kebaikanmu seperti engkau sembunyikan keburukanmu."

Salat Sunah di Rumah

"Wahai sahabatku, salatlah kalian di rumah kalian. Sesungguhnya sebaik-baik salatnya seseorang adalah salat yang dikerjakan di rumahnya sendiri, kecuali salat wajib (salat fardu)." (Muttafaq Alaih)

"Salat sunahnya seseorang jauh dari pandangan manusia (tak ada orang yang melihat) jika dibandingkan dengan salatnya di hadapan manusia, bandingannya (pahalanya) 25 kali lipat." (HR Abu Yala)

Merahasiakan Puasa Sunah

Sahabat Ibnu Abbas berkata, "Jika salah seorang diantaramu sedang berpuasa, maka hendaklah dia memakai minyak wangi dan bersisirlah." (selalu berpenampilan segar, sehingga orang lain tak menyangka kalau dia sedang berpuasa)

Wallahu a'lam. [Syahroni Mardani, Lc]

Komentar

x