Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 10:54 WIB

Pelajaran Berharga dari para Alim Ulama

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 30 Januari 2019 | 00:06 WIB

Berita Terkait

Pelajaran Berharga dari para Alim Ulama
(Foto: Ilustrasi)

SAYA kemarin mengikuti acara Haul KH MS Aminuddin Ridla, pendiri Pondok Pesantren Rawdlatul Qur'an Lamongan. Ini adalah acara haul yang ke 26. Sebagaimana namanya, acara haul ini adalah acara tahunan, berisikan doa bersama dan mengenang kembali apa saja yang dilakukan oleh Sang Kiai semasa hidup beliau. Walaupun sudah 26 tahun meninggal dunia, beliau masih tetap hidup di hati para santri, alumni, sahabat dan tetangganya. Buktinya adalah banyaknya mereka yang hadir dalam acara ini.

Ternyata, para alim ulama itu walaupun jasadnya sudah meninggal, nama dan pituturnya hidup tanpa kenal batas waktu. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki injaz atau prestasi dan prasasti amal kebaikan untuk orang lain tidak pernah diingat dan disebut oleh orang lain walau jasadnya masih hidup. Orang tipe kedua ini disebut sebagai orang hidup tapi mati. Sementara yang pertama, wafat tapi masih hidup.

Teringatlah saya pada apa yang disebutkan dalam kitab Al-Daa' wa al-Dawaa jilid 1 halaman 186: "Orang yang waktu dalam hidupnya tidak untuk Allah dan tidak dengan Allah, maka kematian adalah lebih baik baginya". Dawuh ini bermakna bahwa dalam hidup ini kita harus mengerjakan apa yang diperintahkan Allah, menikmati segenap takdir Allah dan mewujudkan apapun yang disukai Allah. Jika tidak, maka adanya sama dengan tiada, bahkan tiadanya itu lebih baik ketimbang adanya.

Pelajaran berharga dari aktifitas hari ini adalah perlunya kita mengisi waktu dengan banyak hal yang positif. Jangan mati dulu sebelum mempersembahkan kebaikan yang menyebabkan kita tetap hidup dalam doa orang yang hidup setelah kita. Inilah makna panjang umur yang sesungguhnya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x