Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 07:00 WIB

Niaga Menjadi Ibadah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 2 Februari 2019 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Niaga Menjadi Ibadah
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH! Tak ada satupun perkataan dan bisikan kecuali pasti Allah Swt mendengarnya. Tak ada satupun perbuatan dan rahasia kecuali pasti Allah Swt menyaksikannya. Tak ada satupun peristiwa sekecil apapun kecuali pasti Allah Swt mengetahuinya. SubhaanAllah! Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, bagi kita sebagai muslim, setiap aktifitas haruslah menjadi ibadah. Termasuk urusan jual beli. Karena waktu adalah bekal pulang kita, dan jual beli pastilah menggunakan waktu.

Sesuatu menjadi ibadah syaratnya minimal ada dua. Pertama, niatnya lurus lillaahi taala. Kedua, caranya baik dan benar sesuai yang diridhoi oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa hanya Allah Swt. yang kuasa memberi rezeki, ini akan membuatnya berbeda dengan orang yang sekadar bisnis biasa. Bagi pecinta akhirat, bisnis adalah ibadah. Sedangkan bagi pecinta dunia, akan berpikir bahwa rezeki itu datang dari makhluk.

Bagi orang yang yakin kepada Allah Swt, dia akan ajeg tak mudah goyah meyakini bahwa rezeki hanyalah datang dari Allah Swt. Kita diciptakan oleh Allah Swt secara lengkap dengan rezekinya. Allah Swt berfirman, "Tidak ada satupun makhluk melata di bumi ini melainkan dicukupi rezekinya oleh Allah." (QS. Huud [11] : 6)

Artinya, Allah Swt tidaklah menyuruh kita untuk mencari rezeki, melainkan Allah menyuruh kita untuk menjemput rezeki. Ada perbedaan antara mencari dan menjemput. Kalau mencari itu antara ada dan tiada, sedangkan menjemput itu pasti ada, hanya saja apakah kita terampil untuk mendapatkannya ataukah tidak. Gambarannya seperti kita menjemput anak yang sedang berada di Blok M, tapi kita malah menjemput ke Blok C, tentu tidak akan bertemu.

Allah Swt telah menebarkan rezeki-Nya di alam raya ini, bahkan tidak jauh dari tempat kita berada. Hanya saja apakah cara kita mendapatkannya baik dan benar sesuai dengan tuntunan-Nya, maka itu akan mempengaruhi keberkahan rezeki kita.

Perniagaan atau bisnis kita adalah ladang amal sholeh bagi kita, cara kita menjemput rezeki yang telah Allah janjikan bagi kita. Maka, menjemputnya mestilah dengan langkah-langkah yang ada dalam ridho Allah Swt. Sehingga perniagaan kita tidak hanya mendatangkan kemanfaatan di dunia semata, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi kita di akhirat kelak. Mari, menjadikan perniagaan kita sebagai amal sholeh kita. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x