Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 03:26 WIB

Mencintai Allah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Jumat, 18 Januari 2019 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Mencintai Allah
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala pujian hanya milik Allah dan hanya kembali kepada-Nya. Hanya Allah yang patut disembah dan dijadikan tempat untuk bersandar dan memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang senantiasa yakin bahwa Allah Swt selalu menyaksikan kita, Allah selalu mendengar setiap tutur kata kita, Allah selalu mengetahui niat yang tersembunyi di dalam hati kita. Semakin kita yakin, semakin kita kuat berkeinginan untuk lebih dekat dengan Allah dan mencintai-Nya.

Nikmatnya ibadah, nikmatnya sholat, nikmatnya shaum, nikmatnya sedekah, nikmatnya ikhlas, hanya akan terasa bagi orang-orang yang sangat senang untuk dekat dengan Allah.

Demikian juga dengan kesabaran menghadapi episode kepahitan hidup, kesabaran menghadapi bertubi-tubinya cobaan, kesabaran menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan, ini juga hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang senang cinta dengan Allah Swt. Semakin cinta kepada Allah, maka semakin bisa menikmati apapun yang Allah sukai.

Allah Swt berfirman, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. Al Baqoroh [2] : 165)

Saudaraku, kita sudah sangat sering membaca, mendengar, menyimak, kisah-kisah orang yang begitu mencintai dunia hingga di dalam hatinya tidak ada lagi tempat untuk mengingat Allah, apalagi mencintai-Nya. Dalam ayat di atas, Allah mengingatkan kita mengenai hal itu supaya kita tidak celaka akibat perbuatan kita sendiri yang lebih mencintai makhluk daripada Sang Khaliq.

Ada orang yang lebih mencintai karirnya sehingga berbagai cara dia lakukan meskipun itu adalah perbuatan yang tidak Allah ridhoi. Ia berpikir bahwa semakin karirnya tinggi maka akan semakin banyak rezekinya, semakin bahagia hatinya. Padahal kebahagiaan dan ketenangan hanya datang dari hati yang senantiasa ingat kepada Allah dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Ada juga orang yang begitu mencintai pasangan hidupnya, seolah dialah segalanya, seolah tak bisa hidup tanpanya, ia lebih takut pada pasangannya, daripada kepada Allah Swt. Padahal hanya Allah yang kuasa menghadirkan rasa cinta di antara manusia. Hanya Allah yang kuasa membolak-balikkan hati manusia. Maa syaa Allah.

Orang yang beriman adalah orang yang rasa cintanya kepada Allah lebih besar daripada rasa cinta kepada makhluk-Nya. Sehingga kemudian Allah ridho dan cinta kepada mereka. Allah karuniakan kepada mereka rasa tenang, rasa cinta yang menentramkan, pertolongan dan berbagai keberuntungan.

Rasulullah Saw bersabda, Sesungguhnya Allah Swt. jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata, "Wahai Jibril, Aku mencintai orang ini maka cintailah dia!" Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penghuni langit dan berkata, "Wahai penghuni langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua." Maka seluruh penghuni langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini." (HR. Bukhari).

SubhaanAllah. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa mencintai Allah dan dicintai-Nya. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x