Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 11:36 WIB

Surga Bagi Orang yang Buta

Oleh : Quraniy | Jumat, 18 Januari 2019 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Surga Bagi Orang yang Buta
(Foto: ilustrasi)

SELURUH bagian jasmani kita adalah kenikmatan dari Allah. Apabila ada bagian yang sakit,tentunya kita bersedih. Kita pun segera mencari solusinya. Kita berikhtiar dengan melakukan pengobatan dengan beragam cara yang tidak melanggar syariat. Dan yang demikian tentu tidak diharamkan Allah. Tentu ikhtiar kita merupakan wujud dari sabda Nabi shalallaahu alaihi wasallam, "Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya." (HR Bukhari).

Mata adalah salah satu organ jasmani makhluk hidup. Bahkan mata termasuk alat vital. Dengan mata, setiap makhluk hidup dapat melihat diri dan lingkungannya.Mengetahui warna dan cahaya. Melihat gunung dan lautan, dan sebagainya. Lalu bagaimana bila kedua mata seseorang sakit hingga ia tidak dapat melihat? Subhanallah.

Ada hikmah dan balasan besar yang InsyaAllah dapat diterima khusus oleh orang yang sakit pada kedua matanya sehingga ia tidak dapat melihat atau buta.Dari Anas radliyallahu anhu, berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,"Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga." (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah menjelaskan hadits di atas, "Yang dimaksud dengan dua yang dicintai (adalah kedua mata) karena kedua mata adalah anggota badan yang paling dicintai oleh manusia. Jika kedua mata tidak berfungsi maka dia akan sangat sedih karena akan kehilangan pandangannya". (Fathul Bari).

Itulah balasan yang khusus bagi mereka yang Allah takdirkan tidak dapat melihat dan bersabar di atas keadaan demikian. Adapun balasan secara umum adalah diampuninya dosa-dosa bagi orang yang sakit. Dan, kita harus mengetahui pula, bahwa ujian yang Allah beri adalah sesuai kemampuan (iman) hamba-Nya.

"Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya)." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allahu Alam.[*]

Komentar

Embed Widget
x