Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 12:05 WIB

Syarat Penggunaan Tisu dalam Membersihkan Najis

Jumat, 18 Januari 2019 | 18:00 WIB

Berita Terkait

Syarat Penggunaan Tisu dalam Membersihkan Najis
(Foto: Ilustrasi)

CARA bersuci orang sakit. Ada dua cara yang Allah ajarakan dalam bersuci,

- Menggunakan air. Itulah hukum dalam bersuci, baik wudu maupun mandi
- Menggunakan tanah yang suci (tayammum). Statusnya pengganti yang pertama.

Karena statusnya pengganti, selama masih bisa menggunakan yang pertama, kita tidak boleh menggunakan yang kedua. Untuk itu, kita hanya bisa menggunakan yang kedua ini, jika (1) Tidak menemukan air. (2) Tidak mampu menggunakan air, baik karena sakit tidak boleh kena air, atau karena tidak bisa mengambil air sendiri.

Dari keterangan di atas, selama anda masih bisa menggunakan air untuk wudu, ketika salat, anda harus berwudu. Baik berwudu sendiri jika mampu atau diwudukan orang lain. Namun jika anda tidak boleh kena air, anda bisa tayamum, baik dengan tayamum sendiri atau ditayamumkan orang lain.

Cara membersihkan najis setelah buang hajat, ada dua,
- Membersihkan najis dengan air
- Membersihkan najis dengan selain air, selama benda itu bisa menyerap. Diistilahkan dengan istijmar. Termasuk diantaranya, membersihkan najis dengan tisu.

Para ulama sepakat, seseorang boleh beristijmar, sekalipun ada air. Ibnul Qoyim mengatakan, "Kaum muslimin sepakat, boleh beristijmar baik di musim dingin maupun musim panas." (Ighatsah al-Lahafan, 1/151)

Mana yang lebih afdhal? Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa bersuci dengan selain air, lebih afdhal dari pada bersuci dengan air. Karena orang yang bersuci dengan selain air, dia tidak bersentuhan langsung dengan najisnya. Berbeda ketika dia bersuci dengan air, tangannya harus bersentuhan langsung dengan najisnya.

Ada juga yang berpendapat, menggunakan air lebih afdhal, karena lebih bersih. Ibnu Qudamah mengatakan, "Jika seseorang hendak bersuci dengan salah satu saja, maka menggunakan air lebih afdhal. Berdasarkan hadis yang kami riwayatkan, juga karena bersuci dengan air itu lebih bisa membersihkan tempat keluarnya kotoran dan lebih bersih." (al-Mughni, 1/173)

Benda yang boleh digunakan istijmar harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya sebagai berikut,
- Bisa menyerap. Benda licin yang tidak menyerap, seperti plastik, logam, tidak bisa digunakan untuk istijmar.
- Suci. Karena tidak boleh membersihkan najis dengan najis
- Bukan makanan. Tidak boleh meletakkan najis di makanan
- Bukan benda terhormat, seperti kertas al-Quran atau buku agama
- Bukan tulang, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melarang beristijmar dengan tulang
- Minimal 3 kali usapan

Tisu, baik kering maupun basah, sangat memenuhi kriteria di atas. Sehingga sangat bisa digunakan. Hanya saja, jangan lupa agar dilakukan minimal 3 kali usapan.

Hindari was-was. Selama anda yakin telah bersuci, yakin telah membersihkan diri dari najis, yakini bahwa semua telah memenuhi syarat untuk ibadah. Dengan ini, anda tidak perlu was-was. Karena keyakinan, tidak bisa mengalahkan yang meragukan. Dalam salah satu kaidah fiqh dinyatakan, "Yakin tidak bisa gugur dengan keraguan"

Semoga Allah memberkahi kita semua, dan memberi kekuaatan bagi kita untuk selalu istiqamah di atas kebenaran. Wallaahu waliyyut taufiq. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x