Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 05:53 WIB

Menolak Kebenaran Termasuk Kesombongan

Oleh : Quraniy | Kamis, 10 Januari 2019 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Menolak Kebenaran Termasuk Kesombongan
(Foto: ilustrasi)

DIRIWAYATKAN dari Abdullah bin Masudradhiyallahu 'anhuma dari Nabishalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi".

Ada seseorang yang bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". (HR Muslim).

An Nawawi rahimahullahberkata, "Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran". (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi)

Dari penjelasan di atas, bahwa sombong ada dua, yakni menolak Al-Haq, dan merendahkan manusia. Termasuk menolak Al-Haq adalah dengan menganggap seluruh atau sebagian syariat tidak mendatangkan keadilan.

Misalnya poligami yang termasuk bagian syariat yang telah Allah nyatakan sempurna ini. Menolak dan menuduh poligami sebagai bukan ajaran Islam, atau ajaran yang tidak benar dan tidak adil adalah salah satu sifat sombong. Bahkan pelakunya bisa keluar dari Islam.

Berkata Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, "Siapa saja yang membenci poligami dan dia mengklaim bahwa tidak melakukan polihami lebih utama, maka dia kafir, murtad dari Islam. Karena sesungguhnya kita berlindung kepada Allah darinyadia telah mengingkari hukum Allah dan membenci apa yang disyariatkan oleh Allah. Padahal Allah berfirman, "Yang demikian itu karena mereka membenci apa yang Allah turunkan, maka Allah pun menggugurkan amal-amal mereka". (QS. Muhammad: 9).

Siapa yang membenci apa yang diturunkan oleh Allah, maka gugurlah amalnya dengan sia-sia. Jadi siapa yang membenci poligami dan dia menilai bahwa syariat telah berbuat dzalim (tidak adil), atau menganggap bahwa hukum Allah dalam perkara ini kurang tepat atau tidak adil, atau menilai bahwa apa yang mereka lakukan di negara-negara kafir dengan mencukupkan satu isteri saja sebagai sesuatu yang lebih baik dan afdhal, maka semuanya merupakan kemurtadan dari Islam. Kita berlindung kepada Allah darinya".

Maka janganlah kita menolak kebenaran. Menolak kebenaran termasuk sifat sombong. Dan kesombongan akan menyeret pelakunya ke neraka. Belum lagi kesombongan kategori ini dapat menyebabkan pelakunya murtad (keluar dari Islam). [*]

Komentar

Embed Widget
x