Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 20:05 WIB

Wahai Saudaraku, Apa yang Membuatmu Gelisah?

Jumat, 14 Desember 2018 | 08:00 WIB
Wahai Saudaraku, Apa yang Membuatmu Gelisah?
(Foto: Ilustrasi)

MUSIM haji telah tiba. Berbagai jemaah haji berbondong-bondong mendatangi kota Mekah. Ketika Subuh mulai merekah dan salah satu dari rombongan di sana tampak Abu Jafar Al Mansur. Entah apa yang terjadi mengapa rasa dendamnya kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan Al-Umawi tiba-tiba muncul. Kala itu ia teringat sebuah mutiara yang berada di tangan Muhammad bin Hisyam, yaitu putra dari Hisyam bin Abdul Malik.

Kepada ajudannya, Abu Jafar memerintah agar besok ketika ia salat berjemaah di Masjidil Haram, tutup seluruh pintu masjid kecuali satu pintu keluar. Lalu ia memerintah agar si ajudan membawakannya Muhammad bin Hisyam.

Keesokan harinya si ajudan memenuhi perintah Abu Jafar. Di sisi lain, Muhammad bin Hisyam mengentahui apa yang akan dilakukan oleh Abu Jafar. Kecemasan laki-laki ini tertangkap oleh Muhammad bin Ali bin Husein. "Wahai saudaraku, apa yang membuatmu gelisah?"

Muhammad bin Hisyam bertanya balik. "Siapakah engkau?"

"Aku Muhammad bin Zaid bin Ali bin Husein, cucu Fatimah Putri Rasulullah."

Mengetahui itu Muhammad bin Hisyam justru semakin takut hingga tubuhnya menggigil. Muhammad bin Zaid menenangkannya. "Jangan cemas, Kau bukanlah orang yang membunuh ayah dan kakekku. Sungguh aku tidak merasa dendam apapun. Sebaliknya, aku justru akan melindungimu, insya Allah."

Muhammad bin Hisyam pun akhirnya berkenan menceritakan kegelisahan dan kecemasannya. Mendengar cerita tersebut, Muhammad bin Zaid kemudian melilitkan baju luarnya ke wajah Muhammad bin Hisyam. Di pintu keluar, ia menyeret Muhammad bin Hisyam sambil berkata pada ajudan Abu Jafar yang bernama Abu Fadal tersebut.

"Wahai Abu Fadal, manusia ini adalah pemilik unta sewaan. Aku telah membayar sewa, tapi ia malah menyewakan untanya pada orang Khurasan."

Abu Fadal akhirnya membolehkan keduanya melalui pintu keluar. Setelah jauh dari sana dan dirasanya aman, ia melepaskan lilitan tersebut dan berkata, "Wahai Muhammad bin Hisyam, pergilah dan cari perlindungan."

Muhammad bin Hisyam sangat berterima kasih pada Muhammad bin Zaid. Ia pun memberikan mutiara berhargayang membuat ia dikejar oleh Abu Jafarkepada Muhammad bin Zaid. Ujarnya, "Ambilah kembali mutiaramu ini. Kami dari Ahlul Bait tidak boleh menerima hadiah atas kebaikan yang kami lakukan. Jagalah dirimu dari Abu Jafar." [An Nisaa Gettar]

Komentar

Embed Widget
x