Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 07:15 WIB

Di Antara Hikmah dan Musibah

Oleh : Quraniy | Selasa, 11 Desember 2018 | 14:20 WIB

Berita Terkait

Di Antara Hikmah dan Musibah
(Foto: ilustrasi)

KETAHUILAH, sesungguhnya segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Dan tidaklah Allah menentukan sesuatu, kecuali ada kebaikan dan rahmat bagi hambaNya. Dan ketentuan Allah yang berlaku bagi para hambaNya terkadang membuat hamba tersebut bersuka cita, bahagia karenanya. Kadang pula membuat hambaNya bersedih karena merasakan sakit, kepayahan, kesulitan, duka, dan lain-lain. Namun semua mengandung kebaikan.

Dari Abu Said dan Abu Hurairah Radliyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah seorang muslim tertimpa kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya". (Mutatafaq alaih)

Semoga kita diberi kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian dan musibah yang melanda; sakit, kekhawatiran, kesedihan, kesulitan, hingga duri atau sesuatu yang menimpa kita. Karena dari semua yang terjadi pada kita hanya bisa diambil hikmahnya oleh orang yang sabar. Dan sabar dalam menjalani musibah adalah perintah dari Allah. Ini merupakan kewajiban bagi kita apabila musibah datang menimpa kita.

Salah satu keadilan dan kebaikan Allah, adalah Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan orang yang ditimpa ujian dan menanggapinya dengan kesabaran. Ini menjadi kabar gembira dan hiburan bagi orang sakit. Berbahagialah bagi orang yang sedang ditimpa musibah meski hanya duri yang menusuknya, karena bila dihadapi dengan sikap yang benar, justru mendatangkan nikmat yang luar biasa.

Dari Abdullah bin Masud radliyallhu anhuma, Rasulullah shalallaahu alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang Muslim tertimba suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersamanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (Muttafaq alaihi)

Sedangkan Imam Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan, dari Abu Said al Khudri radliyallahu anhu, ia menuturkan, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shalallahu alahi wasallam, Beritahukan kepadaku tentang penyakit-penyakit yang menimpa kami ini, apa yang akan kami peroleh karenanya?. Beliau shallallaahu alaihi wasallam menjawab, Pengampunan dosa-dosa. Ubay bin Kaab berkata,Sekalipun penyakit itu sedikit?. Beliau shalallahu alaihi wasallam bersabda lagi, Sekalipun sebuah duri dan yang lebih kecil lagi...".

Dari ibunda kaum mukminin, Aisyah radliyallahu anha, bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu, satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya". (HR. Muslim)

Dari sini, maka hendaknya setiap musibah apapun bentuknya, justru ucapkanlah Alhamdulillah ala kulli hal (Segala puji bagi Allah atas segala keadaan). Karena bersama musibah ada nikmat; derajatnya ditinggikan, dosa dan kesalahannya dihapus. Inilah sisi nikmat dari suatu musibah.

Semoga Allah beri kesabaran kepada mereka dalam menahan rasa sakitnya. Semoga Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan kita semua.Semoga Allah angkat penyakit kaum muslimin yang sedang sakit. Dan mengangkat musibah yang menimpa kaum muslimin.

Allahu A'lam.

Komentar

Embed Widget
x